Part. VII
Pliss review n No Silent Reader. :*
Entah kenapa hatiku terasa begitu hangat. Ku dapat merasakan dadanya yang padat berbidang membuatku ingin melakukan yang lebih.
Eehhh, apaan sich? Ya tuhan, jangan sampai pikiran nakal ini menggangguku.
Kris melepas pelukanya dan duduk di sofa sambil menonton tv. Karena baju ku yang basah ini, aku langsung berjalan ke kamar untuk ganti baju.
Dan sekalian mencuri kesempatan buat tidur siang.
"Tao, kau mau kemana?"
"Aku mau ganti baju. Wae Ge?"
"Ani.." Kris masih terfokus untuk melihat tv.
Sementara aku berjalan ke kamar melewati kamar Chen Ge dengan suara desahannya yang membuatku sedikit horny.
FLASHBACK
Aku Chen, Gegenya Tao. Yang sibuk mengatur seisi rumah. Sambil menunggu Tao, aku menyiapkan kimchi kesukaan Tao.
Teng Tong... Suara bel pintu berbunyi.
Aku berpikir seseorang diluar sana adalah tukang listrik. Tapi, aku telah melunasi semua tagihan.
Kubuka pintu perlahan sampai kulihat ada seorang namja bertubuh agak gemuk berdiri di depan rumahku.
"Annyeong. Naneun Xiumin imnida. Kau kakaknya Tao?"
"Ne... Naneun Chen Imnida. Waeyo?"
"Ani.. Boleh saya masuk?"
"Uh, boleh... Silahkan"
Xiumin langsung masuk ke rumah. Tapi bukannya duduk di sofa, dia malah melihatku. Kulihat matanya sedikit takut. Dan perlahan dia mendekatiku dan mengatakan
"Wo Ai Ni Chen. I want to having a nice time with you. Can I sleeping with you?" Bluuussshhh
Mukaku merekah seketika dan langsung saja aku mengiyakan permintaannya.
"N-ne Ge? Ma-mau di kamar?"
Ge? Yahh kulihat dia agak tua dari ku. Dia langsung saja menggendongku ala Bride Style dan membawaku ke kamar. Sambil menurunkanku dia mencium bibir dengan lembut. Kuraba dadanya yang agak gemuk.
Sembari memainkan nipple nya dia membuka pakaianku termasuk celanaku. Dia melepas semua pakaiannya sampai terlihat jr nya yang tegang sempurna. Ingin rasanya aku mengulum jr nya. Ku bangkit dan langsung menghampiri jr Xiu dan mengulumnya.
Aaahhh ooohhh desahan Xiu membuatku semakin liar dalam mengulum jr nya. Menjilat jr nya dari atas sampai bawah dan memainkan twinsballnya.
"Sudah cukup. Gantian kamu ne?" Xiu menidurkanku dan mengulum jr ku.
Aahhh ssshhh mmmm desahan ku semakin kencang ketika Xiu memasukan jari nya di holeku. Kurasakan rasa sakit yang luar biasa ketika ketiga jari Xiu sukses masuk di holeku.
Tanpa aba-aba dia langsung memasukan jr nya ke holeku dan mendorongnya pelan. Xiu mengulum nippleku sampai basah dan eranganku makin keras. Xiu seakan tidak memikirkan keadaanku yang menahan sakit luar biasa.
Tapi aku akui sodokannya memang enak. Pelan tapi pasti aku mulai menikmati dorongannya. Aahhh!! Ternyata Xiu menggigit leherku.
"Now You are Mine Chen."
"Ya!! Tanpa kau bilang, I'm already yours" Xiu tersenyum dan dorongannya semakin kuat membuatku mencapai klimaks. Xiu sepertinya kecapekan, aku berinisiatif menggantikan dia.
"Ge, sini biar Chen aja yang genjot."
"Ne..." Aku meniduri Xiumin dan mulai menggenjot di jr nya. Kunaik-turunkan jr ku pelan-pelan sampai ada suara pintu yang terbuka. Tapi aku tidak peduli karena aku keenakan di atas jr Xiumin.
END OF FLASHBACK
Kuganti bajuku pelan-pelan dan mulai memilih baju.
Tak lama aku mengambil baju bergambar panda dan langsung memakainya.
Chapter 7 done.
Review pliss :*
@exomkris_wy
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
Just an ordinary blog with short story and fan fictions inside
Tampilkan postingan dengan label TaoRis The Series. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TaoRis The Series. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
TaoRis Part VI
Part. VI
Oke, ini agak aneh Kris mengatakan dia akan melindungiku. Padahal aku bukan pacarnya. Dengan lembut dia membelai rambutku. Tapi masih terdengar suara desahan Chen Ge dengan Xiumin. Jujur aku tidak percaya dengan yang terjadi. Walaupun Chen Ge Yaoi tapi belum pernah kulihat di tidur dengan namja lain selain aku karena aku adiknya.
*back to story* Kris terus memelukku bahkan bisa kurasakan sesuatu menusuk perutku. Kruyuk Kruyuk. Duh,, suara perut ini mengganggu suasana romantis ini.
"Kau lapar, Tao?"
"N-ne. Gege udah makan?"
"Belum juga"
"Aku ada mie ramen, mau aku buatin?"
"Ne" Kris dan aku meluncur ke dapur. Kupersilahkan Kris duduk di kursi sementara aku menyiapkan mie ramennya. 15 menit sudah mie ramen yang aku buat sudah siap. Kris terlihat bersemangat dengan mie ramen yang aku buat.
Slurp slurp suara mie yang aku makan begitu enak.
"Tao, ada yang nempel tuh?" .
"Jinjayo? Daerah mana ge?" Aku terus mencari sisa makanan yang menempel.
"Sini gege bersihin" BLUSSSS Kris tiba - tiba menaruh tanganya di mulutku. Mukaku semakin merah dan jantungku berdebar cukup kencang.
"Sudah bersih"
"Go-gomawo Ge?"
"Gege boleh nginep disini gak?" Uhuk uhuk aku langsung tersedak dibuatnya.
Kris dengan cepat meminumkan segelas air ke mulutku. Tapi air minumku menumpah sedikit di bajuku yang membuat dadaku basah kuyup dan menunjukkan kedua nipple yang menegang. Kris terlihat nafsu dengan keadaanku.
"Tadi Gege bilang apa?"
"Gege boleh nginep gak?" Sebenarnya aku mau menolak permintaan Kris tapi melihat senyumnya membuatku mengiyakan permintaannya.
Kris langsung memelukku tanda dia senang permintaanya di kabulkan.
Chapter 6 done. :*
Pliss review.
Pliss review.
@ExoMKris_WY
Minggu, 07 Oktober 2012
TaoRis Part V
Part. V
"Tao, Bangun. Ayo sekolah. Sarapan sudah siap." Sapa Chen Ge membangunkanku.
"Oh, Ne." Kubangkit dari kasur ku yang empuk dengan bantal panda menuju ke kamar mandi. Kubersihkan seluruh badan ku dengan malas. Setelah keluar daru kamar mandi, kulihat ad SMS dari seseorang.
"Ah.. Ini pasti Xiumin Ge." Tapi ternyata BUKAN.
"Annyeong, Ini Kris. Cepat keluar, aku sudah menunggumu dari tadi."
Wooaa langsung hatiku berdebar - debar kencang. Baru kali ini ada namja yang mau mengunjungi rumahku. Keluar dari kamar dan menuju dapur aku langsung ambil kimbab dan meninggalkan dapur.
"Berangkat dulu Ge!" Dengan cepat aku keluar dari rumah dan berharap Kris tidak ada di depan rumah. Dan benar saja Kris menungguku di depan rumahku. Oh God, Apa yang sebenarnya terjadi?
"Annyeong" Sapanya
"Ne. Annyeong"
"Ayo berangkat" Kumasuk ke dalam mobil Kris dan pergi ke sekolah. Sepanjang perjalanan kulihat dia terus memperhatikanku.
"Hari ini kamu sibuk gak?" Dan Blussh perasaan ku campur aduk.
"Ti-tidak. Waeyo?"
"Aku ingin pergi mencari makanan. Kamu mau ikut?" Dengan bodohnya aku menjawab
"I-iya aku ikut"
Dohhh pliss Help Me!!
"Oke pulang sekolah aku tunggu di depan gerbang ne?"
"Ne"
Tak kukira dia bisa sebaik ini. Padahal kalau di sekolah dia sombong banget. Sreeet.. Sampailah kita di sekolah. Kusapa Sehun dengan berlari.
Sekolah berjalan cukup lama.
Tapi hal ini justru yang memang aku inginkan. Karena aku tidak mau bertemu dengan Si Kris yang akan mengajaku pergi nanti. Sehun terus memperhatikanku dengan wajah khawatir.
"Hey kau tidak apa - apa?" Sehun melihatku
"Tidak kok"
"Jinja?"
"Ne"
"Jika ada masalah lapor ke kita ne?"
"Ne" Sehun, Mianhe aku tidak bisa ngomongin hal ini.
Teng
Teng
Bel pulang sekolah berbunyi dan semua siswa keluar dengan santai.
Tapi aku? Perasaanku jadi agak takut mengingat ajakan Kris tadi pagi.
"Annyeong. Ayo kita brangkat" Kris langsung menggandeng tanganku dan masuk ke dalam mobil.
"Kita ubah plan kita ne?"
"Waeyo?"
"Aku ingin pergi ke rumahmu. Bolehkan?"
"Bo-boleh." Dengan polos nya aku langsung mengiyakan setiap permintaan Kris.
"Oh iya aku lupa akukan lebih tua. Jadi panggil aku dengan Ge ne?"
"Ne, Ge"
Sesampainya di rumah Kris langsung menggandeng tangan ku dan ketika Kris membuka pintu tiba - tiba terdengar suara desahan.
"Ooohhh aaaahh faaster baby" Suara ini kupastikan suara Chen Gege. Wae? Aku berjalan Kekamar Chen Ge. Dan terkejutlah aku, Ada Xiumin yang sedang memasukan juniornya di hole Chen ge.
Aku langsung shock dan lari keluar sambil menutup pintu pelan - pelan kemudian lari dan memeluk Kris.
"Wa-wae Tao? Suara apa itu?"
"Tidak apa - apa Ge" Kris langsung memeluk ku dan aku pun tersadar.
Tapi pelukannya hangat banget. Perasaanku yang kacau berubah menjadi tenang. Rasanya nyaman banget. Kris langsung mengelus elus rambutku dengan lembut. Apakah aku menyukainya? Oh jangan!!
"Tao, tenang saja Gege ada disini. Gege akan melindungimu" Mengapa dia berkata seperti itu? Apa dia menyukaiku?
Chapter 5 done. :*Review ne? :*
@Exomkris_wy
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
"Tao, Bangun. Ayo sekolah. Sarapan sudah siap." Sapa Chen Ge membangunkanku.
"Oh, Ne." Kubangkit dari kasur ku yang empuk dengan bantal panda menuju ke kamar mandi. Kubersihkan seluruh badan ku dengan malas. Setelah keluar daru kamar mandi, kulihat ad SMS dari seseorang.
"Ah.. Ini pasti Xiumin Ge." Tapi ternyata BUKAN.
"Annyeong, Ini Kris. Cepat keluar, aku sudah menunggumu dari tadi."
Wooaa langsung hatiku berdebar - debar kencang. Baru kali ini ada namja yang mau mengunjungi rumahku. Keluar dari kamar dan menuju dapur aku langsung ambil kimbab dan meninggalkan dapur.
"Berangkat dulu Ge!" Dengan cepat aku keluar dari rumah dan berharap Kris tidak ada di depan rumah. Dan benar saja Kris menungguku di depan rumahku. Oh God, Apa yang sebenarnya terjadi?
"Annyeong" Sapanya
"Ne. Annyeong"
"Ayo berangkat" Kumasuk ke dalam mobil Kris dan pergi ke sekolah. Sepanjang perjalanan kulihat dia terus memperhatikanku.
"Hari ini kamu sibuk gak?" Dan Blussh perasaan ku campur aduk.
"Ti-tidak. Waeyo?"
"Aku ingin pergi mencari makanan. Kamu mau ikut?" Dengan bodohnya aku menjawab
"I-iya aku ikut"
Dohhh pliss Help Me!!
"Oke pulang sekolah aku tunggu di depan gerbang ne?"
"Ne"
Tak kukira dia bisa sebaik ini. Padahal kalau di sekolah dia sombong banget. Sreeet.. Sampailah kita di sekolah. Kusapa Sehun dengan berlari.
Sekolah berjalan cukup lama.
Tapi hal ini justru yang memang aku inginkan. Karena aku tidak mau bertemu dengan Si Kris yang akan mengajaku pergi nanti. Sehun terus memperhatikanku dengan wajah khawatir.
"Hey kau tidak apa - apa?" Sehun melihatku
"Tidak kok"
"Jinja?"
"Ne"
"Jika ada masalah lapor ke kita ne?"
"Ne" Sehun, Mianhe aku tidak bisa ngomongin hal ini.
Teng
Teng
Bel pulang sekolah berbunyi dan semua siswa keluar dengan santai.
Tapi aku? Perasaanku jadi agak takut mengingat ajakan Kris tadi pagi.
"Annyeong. Ayo kita brangkat" Kris langsung menggandeng tanganku dan masuk ke dalam mobil.
"Kita ubah plan kita ne?"
"Waeyo?"
"Aku ingin pergi ke rumahmu. Bolehkan?"
"Bo-boleh." Dengan polos nya aku langsung mengiyakan setiap permintaan Kris.
"Oh iya aku lupa akukan lebih tua. Jadi panggil aku dengan Ge ne?"
"Ne, Ge"
Sesampainya di rumah Kris langsung menggandeng tangan ku dan ketika Kris membuka pintu tiba - tiba terdengar suara desahan.
"Ooohhh aaaahh faaster baby" Suara ini kupastikan suara Chen Gege. Wae? Aku berjalan Kekamar Chen Ge. Dan terkejutlah aku, Ada Xiumin yang sedang memasukan juniornya di hole Chen ge.
Aku langsung shock dan lari keluar sambil menutup pintu pelan - pelan kemudian lari dan memeluk Kris.
"Wa-wae Tao? Suara apa itu?"
"Tidak apa - apa Ge" Kris langsung memeluk ku dan aku pun tersadar.
Tapi pelukannya hangat banget. Perasaanku yang kacau berubah menjadi tenang. Rasanya nyaman banget. Kris langsung mengelus elus rambutku dengan lembut. Apakah aku menyukainya? Oh jangan!!
"Tao, tenang saja Gege ada disini. Gege akan melindungimu" Mengapa dia berkata seperti itu? Apa dia menyukaiku?
Chapter 5 done. :*Review ne? :*
@Exomkris_wy
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
Jumat, 05 Oktober 2012
TaoRis Part IV
Part. IV
TengTeng
Bel pulang sekolah berbunyi. Tapi bukannya senang, hatiku malah kacau.
"Tao, kau mau tidak ikut kita?" ajak Chanyeol yang berdiri di sebelah mejaku.
"Ikut aja Tao. Kau kan baru di Korea. Kita mau beli Kimchi!" Rayu Lay.
"Jeongmal mianhe. Sebenarnya aku ingin ikut tapi Xiumin Ge mengantarku pulang ke rumah" Sehun yang tadi minum sebotol air mineral langsung muncrat membasahi tubuhnya.
"Apa?? Jinjayo?? Tao? Kau gak bercanda kan?" tanya Sehun dengan mulut yang masih basah. Chanyeol, Lay, dan Kai pun tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Ya sudah. Kalau kamu mau ikut si Xiumin gwenchana kok..." Usul sehun.
"N-ne.. Gomawoyo..." Jawabku dengan perasaan sedih.
Kreeekk... Suara pintu kelas ku terbuka dan kulihat Xiumin berdiri di dekat pintu.
"Ayo, Tao. Kita pulang" suara Xiumin begitu halus di telingaku. Tak butuh waktu lama aku berjalan meninggalkan Kai, Lay, Sehun, dan Chanyeol dengan mulut yang terbuka lebar.
Kumasuk mobil Xiumin dengan perasaan kurang nyaman. Sepanjang perjalanan kami hanya diam.
"Tao, rumah mu dimana?"
"Eh....d-dekat sini kok... Belok kiri lalu lurus"
jawabku.
"Suaramu halus sekali. Untuk namja sepertimu pasti banyak yang suka" Smirknya
"Ahh.. Gege bisa saja. Hehe..."
"Tuh kan, senyummu indah sekali" Xiumin kemudian tersenyum. OMG senyumanya aigooo.. Ayolah cepat sampai!
"Kamu dirumah tinggal dengan siapa?" Tanyanya lagi.
"Aku? A--ku sama Gege Chen... Wae?"
"Anni, gwenchana" pertanyaan yang ditanyakan membuatku semakin bertanya - tanya. Ada apa dengan dia?
Wwiieeww sampai juga dirumah. Xiumin dengan cepat keluar dari mobil untuk membukakan pintu untukku.
"Annyeong My Panda." Gege Chen menyapaku dengan senyumnya yang manis. Kulihat Xiumin terpukau dengan senyuman GEGE ku.
Maklum saja banyak sekali yeoja di sekolahku dulu yang ingin sekali menjadi yeojachingunya.
"Gege? Kau tidak apa - apa?" Tanya ku kepada Xiumin.
"Aahh... Anni.. Itu Chen?"
"Ne. Waeyo?"
"Ani.. Aku pulang dulu ne? Annyeong"
"Ne Ge." Dengan cepat Xiumin menyalakan mobilnya dan dia dengan meninggalkanku dengan Chen.
"Siapa dia, Tao?"
"Itu Xiumin. Waeyo?"
"Manis sekali"
"Wae, Ge?"
"A-ani.. Hehe udah, kita makan dulu ne?"
"Gege suka sama Xiumin?"
"Ssstttt, jangan bilang siapa - siapa ne?"
"Siap. Hehehe" Terpintas pikiranku untuk menjodohkan keduanya. Hehehe akal jahatku mulai keluar.
-Kris POV-
Malam hari ku telpon Xiumin untuk meminta hasilnya.
"Yoboseo? Ini Kris. Mana hasilnya?"
"Ne. Namanya Tao. Lengkapnya aku kurang tau. Dia tinggal disebuah apartement kecil bersama dengan seorang Gege namanya Chen. Kurasa itu yang bisa aku beri tau. Oh iya tempat tinggalnya tidak jauh dari sekolah kita. Dan ini nomor telponnya"
"Oke, Gomawo ne?" beeepp..
Tao, You Will Be Mine
-End of Kris POV-
Chapter 4 done. :*
Review pliss
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
TengTeng
Bel pulang sekolah berbunyi. Tapi bukannya senang, hatiku malah kacau.
"Tao, kau mau tidak ikut kita?" ajak Chanyeol yang berdiri di sebelah mejaku.
"Ikut aja Tao. Kau kan baru di Korea. Kita mau beli Kimchi!" Rayu Lay.
"Jeongmal mianhe. Sebenarnya aku ingin ikut tapi Xiumin Ge mengantarku pulang ke rumah" Sehun yang tadi minum sebotol air mineral langsung muncrat membasahi tubuhnya.
"Apa?? Jinjayo?? Tao? Kau gak bercanda kan?" tanya Sehun dengan mulut yang masih basah. Chanyeol, Lay, dan Kai pun tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Ya sudah. Kalau kamu mau ikut si Xiumin gwenchana kok..." Usul sehun.
"N-ne.. Gomawoyo..." Jawabku dengan perasaan sedih.
Kreeekk... Suara pintu kelas ku terbuka dan kulihat Xiumin berdiri di dekat pintu.
"Ayo, Tao. Kita pulang" suara Xiumin begitu halus di telingaku. Tak butuh waktu lama aku berjalan meninggalkan Kai, Lay, Sehun, dan Chanyeol dengan mulut yang terbuka lebar.
Kumasuk mobil Xiumin dengan perasaan kurang nyaman. Sepanjang perjalanan kami hanya diam.
"Tao, rumah mu dimana?"
"Eh....d-dekat sini kok... Belok kiri lalu lurus"
jawabku.
"Suaramu halus sekali. Untuk namja sepertimu pasti banyak yang suka" Smirknya
"Ahh.. Gege bisa saja. Hehe..."
"Tuh kan, senyummu indah sekali" Xiumin kemudian tersenyum. OMG senyumanya aigooo.. Ayolah cepat sampai!
"Kamu dirumah tinggal dengan siapa?" Tanyanya lagi.
"Aku? A--ku sama Gege Chen... Wae?"
"Anni, gwenchana" pertanyaan yang ditanyakan membuatku semakin bertanya - tanya. Ada apa dengan dia?
Wwiieeww sampai juga dirumah. Xiumin dengan cepat keluar dari mobil untuk membukakan pintu untukku.
"Annyeong My Panda." Gege Chen menyapaku dengan senyumnya yang manis. Kulihat Xiumin terpukau dengan senyuman GEGE ku.
Maklum saja banyak sekali yeoja di sekolahku dulu yang ingin sekali menjadi yeojachingunya.
"Gege? Kau tidak apa - apa?" Tanya ku kepada Xiumin.
"Aahh... Anni.. Itu Chen?"
"Ne. Waeyo?"
"Ani.. Aku pulang dulu ne? Annyeong"
"Ne Ge." Dengan cepat Xiumin menyalakan mobilnya dan dia dengan meninggalkanku dengan Chen.
"Siapa dia, Tao?"
"Itu Xiumin. Waeyo?"
"Manis sekali"
"Wae, Ge?"
"A-ani.. Hehe udah, kita makan dulu ne?"
"Gege suka sama Xiumin?"
"Ssstttt, jangan bilang siapa - siapa ne?"
"Siap. Hehehe" Terpintas pikiranku untuk menjodohkan keduanya. Hehehe akal jahatku mulai keluar.
-Kris POV-
Malam hari ku telpon Xiumin untuk meminta hasilnya.
"Yoboseo? Ini Kris. Mana hasilnya?"
"Ne. Namanya Tao. Lengkapnya aku kurang tau. Dia tinggal disebuah apartement kecil bersama dengan seorang Gege namanya Chen. Kurasa itu yang bisa aku beri tau. Oh iya tempat tinggalnya tidak jauh dari sekolah kita. Dan ini nomor telponnya"
"Oke, Gomawo ne?" beeepp..
Tao, You Will Be Mine
-End of Kris POV-
Chapter 4 done. :*
Review pliss
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
TaoRis Part III
Part III
"Hi?" dan Jlebb! Aku tersedak.
Ku minum segelas air dengan cepat sambil melihat ke arah sumber suara.
"Annyeong, perkenalkan saya Xiumin. Boleh saya duduk di sebelah anda?" kulihat yang lain mengangguk dan kuijinkan dia duduk di kursi kami.
"Maaf sudah buat kalian terkejut, hehehe" Senyumnya begitu manis. Mana ada namja yang memiliki senyum semanis ini. Sehun pun sampai-sampai menjatuhkan sandwichnya di piring.
"Kalian kenapa?" sepintas tersadar dan aku pun menggelengkan kepala.
"A-ani..." jawabku.
"By the way, nama mu siapa?"
"Aku? Aku Tao. Anak baru..."
"Senyummu manis juga"
Blush... Wajahku memerah mengalahkan tomat. Sehun, Kai, Lay, dan Chanyeol membuka mata mereka lebar-lebar, karena mereka tidak percaya dengan yang Xiumin katakan.
"Salam kenal ya?" Xiumin menggapai tanganku dan menaik-nurunkan tanganku. Aku tak berkutat dengan perilakunya. Tapi aku curiga dengan dia, mengingat dia juga masuk dalam geng Cover Boy yang sangat terkenal di sekolahku. Walaupun aku anak baru, tapi aku tidak suka sama sekali dengan geng itu.
Xiumin dengan polosnya mengeluarkan handphone, "Boleh minta nomor telp kamu?"
Ya ampun ingin sekali aku berteriak OMG! Tapi dengan polosnya aku memberi nomor telpku.
"Oke Xie xie. Dan eh, Aku kan lebih tua daripada kamu, jadi kamu panggil aku GEGE ne?"
Blusshhh...
"N-ne.." Perlahan tapi pasti Xiumin meninggalkan mejaku dan meluncur keluar kantin.
"Wow Tao. Kau hebat sekali bisa dekat dengan Xiumin” kagum Kai padaku.
"Ah, biasa saja kok. Paling cuma dibuat main – main” sahutku.
"Sahabat lucuku Daebak!" Sehun langsung memelukku.
"Ya! Sesak tau!" Aku menggembungkan pipiku. Tak kusadar dari tadi Kris memperhatikanku. Biarpun aku tak suka tapi kubiarkan senyumku mengembang di pipiku.
Teng Teng Bel sekolah berbunyi, Aku dan Sehun bergegas lari ke kelas. Sementara Kai, Lay, Chanyeol pergi ke kamar mandi. Selama pelajaran aku mengikuti dengan rasa penasaran dengan Xiumin tadi. Tiba - tiba handphoneku berbunyi.
Kulihat ada SMS dari.. Tanpa Nama!!
"Annyeong?" isi SMS itu.
"Siapa ini?" Balasku. Tak lama muncul SMS lagi.
"Ini Xiumin Ge. Pulang sekolah kita pulang bareng ne?" sontak saja hal ini membuatku terkejut, dan konyolnya aku langsung membalas SMS dengan mengiyakan isi sms itu.
-continue-
Kamis, 04 Oktober 2012
TaoRis Part II
"Sombong sekali namja itu. Awas aja kalau ketemu. Akanku hajar namja itu." Sehun sepertinya terlihat marah sekali dengan namja itu. Sehun langsung berdiri sambil membenarkan seragamnya.
"Gwenchanayo, Tao?"
"Ne." Aku berdiri dengan menahan sakit di kaki. Siapa namja itu? Mengapa dia begitu sombong?
TENG
TENG
TENG
Bel sekolah berbunyi, aku dan Sehun bergegas berlari ke kelas.
“Kyaaa!! Siapa namja itu? Oh My God aku sepertinya menyukainya!” Teriakan yeoja-yeoja itu memenuhi ruang kelasku. Tapi aku tetap tersenyum agar mereka tidak sakit hati.
"Tuan Tao silahkan perkenalkan namamu" Kim Taeyeon memerintahku untuk maju kedepan.
"Annyeong. Namaku Huang Zi Tao. Salam kenal" begitu namaku disebut para yeoja langsung berteriak.
"Oke. Silahkan kembali ke tempat duduk mu."
_***_
Bel istirahat yang kunanti akhirnya berbunyi juga. Sehun langsung menariku ke sebuah meja yang dipenuhi para namja yang sepertinya Sehun mengenal mereka.
"Perkenalkan namaku Kai"
"Aku Lay"
"Aku Chanyeol"
"Perkenalkan aku Huang Zi Tao"
Para namja ini terlihat sangat ramah. Bahkan aku terkejut kalau Sehun teman baruku terlihat sangat antusias dengan makanan yang ia bawa dari rumah. Tapi tiba - tiba sesosok namja datang ke kantin.
“Kyaaaa!!! Oppa Saranghae!!”
Teriakan para yeoja membuat seisi kantin menjadi ricuh. Si mata elang dengan badan tingginya mulai masuk ke kantin dengan membawa teman-temannya. Dan kurasa aku tau siapa mereka. Mereka adalah sekelompok model yang cukup terkenal di Korea. Bahkan orang - orang amerika juga mengenal mereka.
Luhan, Suho, Xiumin, Kyungsoo, dan Baekhyun adalah pengikut Kris. *Ckckck*
"Cihh sombong sekali mereka" Lay bergumam.
"Kenapa harus ada mereka?" Sehunpun juga ikut bergumam.
Tapi Kai diam seribu bahasa. Dia memasang wajah cool yang sepertinya cukup membuat hatiku sedikit kuat. Luhan melihat ke arah meja kami dan dia mulai tersenyum. Sepertinya senyuman itu untuk Sehun. Tapi Sehun malah asik makan. *Aduuhhh...*
"Hey, kau diliat terus tuh sama Luhan"goda Lay pada Sehun.
"Senyumnya manis lho? Andai dia jadi miliku?" Chanyeol ikut menggoda.
"Yaa!! Ada apa dengan kalian? Aku tidak tergoda dengan senyuman Konyol seperti itu" rona merah terlihat jelas di pipi Sehun.
"Sudahlah bilang saja kau suka sama Luhan" Kai ikut menggoda Sehun.
"Akh.. Kalian ini. Sudah jangan goda Sehun terus, lebih baik kita makan" Aku merasa ada yang melihat ke arah ku.
And... Oh No... Itu Kris! Sedari tadi dia melihatku terus. Itu membuatku menjadi tidak nyaman.
"Kris, apa kau menyukai namja itu?" tanya Suho.
"Sedikit. Senyumnya begitu menggoda. Belum lagi ketika dia melihatku. Kupikir dia akan memasang wajah judes. Ternyata dia langsung tersenyum ke arahku. Malaikat ada disini"
Kris terus tersenyum. Sementara Baekhyun, Kyungsoo, Luhan, Suho, dan Xiumin terus memperhatikan kami.
Ada yang salahkah? Aku terus melihat kanan kiri atas bawah untuk memastikan tidak ada yang lucu. Sampai....
Chapter 2 done.
Need review. :*
TaoRis Part I

Pagi yang indah terasa begitu hangat ditubuhku. Maklum ini hari pertama aku masuk sekolah setelah orang tuaku pindah dari Cina. Keluargaku pindah karena ayahku membuka cabang di Seoul. Sementara ibuku ingin lebih dekat dengan nenekku.
Biarpun keluargaku sangat kaya, tapi aku dan kakakku, Chen, memutuskan tinggal di sebuah apartement kecil dekat dengan sekolah baruku.
"Tao, bangun. Sudah saatnya kau pergi ke sekolah. Sarapan sudah siap." Chen mengelus - elus rambutku sampai aku terbangun. Secepat kilat *lebay* aku mempercepat langkah ke kamar mandi. Aku sebenarny masih malas untuk bangun tapi melihat kerja keras ayahku dulu membuatku bersemangat.
"Aku berangkat sekolah dulu ne? Annyeong!" Dengan cepat aku mengambil roti dan makan sambil berdiri. Chen menatapku heran. Tak seperti biasanya aku begitu bersemangat pergi ke sekolah.
"Ya!!! Tao habiskan sarapanmu dulu!" Chen berteriak sebelum aku mencium pipinya dan langsung pergi.
Hari ini hari pertama aku sekolah. Aku begitu bersemangat dengan sekolah baruku. Tapi belum sampai didepan gerbang, sebuah limosin berhenti tepat didepanku.
"Hey! Kalau berhenti lihat - lihat donk!!!" teriakanku sepertinya tidak dihiraukan sampai tubuhku ditarik keluar oleh sekelompok yeoja sialan dan terjatuh.
“Kyyaaaaa!!! Opppaaa!! Saranghae!!” begitulah teriak yeoja - yeoja yang langsung membuat kupingku sakit.
Tapi tiba - tiba seseorang mengangkat tubuhku.
"Hey, kau tidak apa - apa?" senyum namja yang memiliki wajah manis tapi bertubuh agak kurus.
"Yeah.. I'm okay." kataku. Kuangkat tubuh sambil meringkih kesakitan.
Tak lama limosin tersebut keluar sosok namja bertubuh tinggi berambut pirang wajah dingin dan bermata elang. Teriakan makin keras membuatku semakin bising mendengarnya. Namja di sebelah ku langsung menarikku ke depan kelas sambil berlari.
"Kita belum berkenalan kan? Namaku Oh Sehun" senyum namja itu kepadaku.
"Aku Huang Zi Tao. Salam kenal ne?" aku tersenyum sambil menunduk. Namja itu ikut menunduk.
"Yaaa!!! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Sehun. Tapi namja itu hanya tersenyum sinis dan langsung pergi dengan para yeoja mengikuti dari belakang.
Chapter 1 Done. :*
Please review and No Bash! :*
Please review and No Bash! :*
Langganan:
Postingan (Atom)