Senin, 01 Oktober 2012

Hun-Han on History


 This Story From @jungjinwoonRP

Cast : Sehun and Luhan EXO

-HunHan-

Setelah acara SMTown yang sukses tanpa hambatan di indonesia kemarin, semua SMArtist merasa gembira campur lelah, bukan hanya adrenalin yang dirasakan SMArtist namun kebahagiaanpun dirasakan, semua SMArtist membicarakan euphoria SMTown Indonesia dibandara bahkan Kangta membicarakan gadis-gadis Iindonesia yang cantik dan remaja-remaja pria yg tampan, begitupun Luhan yang membicarakan remaja laki-laki yg sempat dilihatnya di dekat panggung. 

Sehun yg mendengarkan ucapan-ucapan Luhan merasa sedikit cemburu karena Sehun terus membicarakan remaja laki-laki bersama anggota EXO lainnya, merasa panas telinga, Sehun mendiami Luhan selama dibandara. Sehun merasa jika Luhan terlalu melebih-lebihkan pandangannya, bukan Sehun benci akan pandangan Luhan, hanya saja Ssehun ingin Luhan sadar jika Luhan milik Sehun, bukan milik remaja laki-laki yg dipujinya. 

Ditengah perbincangan Luhan sadar Sehun mendiaminya namun ia membiarkan Sehun yg seperti itu, lucu rasanya melihat Sehun cemburu seperti sekarang pikir Luhan. Setelah semua SMArtist masuk kedalam pesawat, Luhan memilih kursi disamping Sehun. 

Luhan memulai pembicaraan, "Sehun, waegurae?" Sehun pura-pura tak mendengarnya, Sehun mengalihkan pandangannya ke arah lain, Luhan tertawa kecil, melihat tingkah Sehun yg cemburu. 

"Ah, kau kelelahan" sambung Luhan dengan senyum.

"Kau ingin minum?" tawar Luhan, Sehun tak mendengarnya, terus memperhatikan Sehun, tangan Luhan menggelitiki Sehun. Reflek sehun tertawa lalu memandang Luhan seperti ingin membalas dendam, tangan Sehun pun bermain dipinggang Luhan. Mereka saling tertawa, hingga ditegur oleh D.O yang melihat mereka bermain.


"Tolong jangan ribut!" Tegur D.O yg menahan tawa, akhirnya mereka terdiam.

Sehunpun membuka mulutnya. "Aku cemburu kau terlalu memuji laki-laki indonesia, kamu milikku! Bukan mereka" setengah cemberut Sehun memandang wajah Luhan, sedangkan Luhan tersenyum mendengar ucapan Sehun, dipandangnya lekat wajah Luhan oleh Sehun, ia yakin Luhan mendapati warna merah jambu di wajah Sehun karena malu. 

"Kau jujur sekali" Sembari memegangi wajah Sehun, Luhan mencium pipi Sehun. 

"Aku tau kau cemburu, jadi aku sengaja melakukan itu, hanya saja tak terpikirkan olehku seperti ini" ditatapnya mata Sehun lekat, Sehun yg sekarang merasa sangat malu membuang kembali pandangannya ke arah lain.
 
Pesawat pun take off menuju ke Bandara Incheon, seluruh SMAartist berpisah kembali ke masing-masing dormnya, terkecuali HunHan.

Sehun mengajak Luhan berjalan-jalan mengitari taman kota dipagi hari, walau sebenarnya Luhan lelah namun ia menuruti kemauan Sehun. Digandengnya tangan Luhan dan digenggamnya erat, mereka berjalan berkeliling sembari berpegangan erat.

"Ah sehun..." Luhan sedikit malu namun senang diperlakukan seperti itu.

"Kau ingin mengajakku kemana?" Sehun terus menggandeng tangan luhan tanpa berbicara sepatah katapun.

Sesampainya di taman, Sehun mencari sebuah tempat duduk dan ia menemukan kursi panjang dibawah sinar lampu terang yg menghadap jalan diajaknya Luhan duduk berdampingan di kursi panjang itu, dengan masih bergenggaman tangan Sehun bertanya "apa kau benar-benar menyukai wajah remaja laki laki indonesia?" 

Luhan menidurkan kepalanya dipundak Sehun, "Aku memang suka, tak lebih. Kau terlalu cemburu sehun-a" 

"Jelas, kau terlalu memuja mereka" dengan nada sedikit naik Sehun melanjutkan pembicaraan, Luhan menaikan kepalanya lalu memandang Sehun. 

"Seperti katamu, aku milikmu" sehun tertawa mendengar kalimatnya sendiri yg diucapkan luhan. Suasana dinihari di taman membuat mereka semakin merasa betah dan nyaman duduk ditaman, sehun terus memandangi wajah Luhan. 

Pagi itu, keadaan taman belum ramai pengunjung, Sehun memberanikan diri mencium bibir Luhan lembut, dibawah sinar bulan mereka berciuman mesra. Tangan Sehun memeluk pinggang Luhan, dan Luhan

melingkarkan tangan dileher Sehun, diacak-acak rambut Sehun dan kadang diremas pelan oleh Luhan.

Sehun mendapat perlakuan itu melepaskan ciumannya, ia berdiri lalu mengajak Luhan berdiri dibawah pohon rindang lalu melanjutkan kembali adegan romantis mereka, sambil berciuman Luhan mengusap jr Sehun, sedangkan Sehun bermain nakal didalam baju Luhan, mereka saling memuaskan sampai akhirnya Sehun mendorong tubuh Luhan ke batang pohon, dilepas paksanya celana Luhan, dimainkan jr Luhan nakal. Tak berapa lama jr Luhanpun tegak sempurna, Sehun yg sadar melepaskan ciumannya lalu melahap jr Luhan nafsu, Luhan mengerang sembari memanggil nama Sehun.

"Sehunsa, ahsh, ashheumphh" Sehun semakin terangsang memainkan twinsball Luhan, Luhan meremas rambut Sehun dan memaju-mundurkan kepala Sehun. Kelojotan dengan perlakuan Sehun, Luhan mendorong tubuh Sehun lalu menciumi dengan ganas wajah Sehun, dibukanya paksa baju Sehun dan dimainkannya nipple Sehun dengan nakal.
 
Disapu oleh Luhan dada dan perut Sehun, sampai akhirnya ia melihat gundukan di bawah pusar Sehun. Tanpa basa basi dibuka celana Sehun dikulumnya jr Sehun ganas, dimainkannya dengan nakal lubang kencing Sehun lalu dikocoknya kasar. Sehun berteriak kencang, dipermainkan seperti itu, Sehun menarik jrnya lalu menyerbu Luhan menggigit ganas leher Luhan, membuat kissmarks lalu mencubit nipple Luhan kencang tanpa persetujuan Luhan, tangan sehun merogoh dan merobek lubang pantat Luhan. Luhan meremas kencang rambut sehun dan berteriak.

Jari tengah yg dimaju-mundurkan Sehun membuat jr Luhan mengembang, Sehun yg masih menggigit nipple tak sadar jr Luhan sebentar lagi akan mengeluarkan cairan, terus digigitnya dengan kencang kedua nipple Luhan hingga Luhan benar benar tak sanggup menahan orgasme yg akan dicapainya.


Tak berapa lama, cairan Luhan keluar mengenai wajah Sehun, Luhan melepaskan diri lalu kembali mendorong Sehun hingga tertidur, dijilatinya cairan cinta Luhan diwajah Sehun, setelah habis semua, Luhan mengumpulkan dalam mulutnya dan membaginya dengan Sehun. Pertahanan Sehunpun melemah, orgasme yang ingin dicapainya membuat Sehun meremas rambut Luhan kencang. Tak berapa lama, otot jr Sehun hingga akhirnya orgasme dicapai Sehun, semua cairan jr Sehun masuk kedalam tenggorokan Luhan tanpa sisa. 

Cahaya sunrise di ufuk timur memandikan mereka yg basah karena keringat dan cairan cinta mereka. 

"Aku selalu milikmu Sehun" ucap Luhan sembari mencium pipi Sehun.

Mereka merapihkan diri, lalu tersenyum. Mereka kembali pulang ke dorm dan merahasiakan sejarah ini ditaman tadi. 

-End of HunHan of History-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar