Cast : Taecyon and Chansung of 2PM
- 2PM Chansung-Taecyeon -
Di musim gugur yang dingin Chansung berjalan sendiri ke arah dormnya, entah kenapa ia merasa sangat lesu pikirannya melayang jauh, sedangkan Taec bingung didalam dorm yang merasa kesepian tanpa seorang disana, semua anggota sedang menjalankan kegiatan masing masing.
Taec berusaha menghilangkan kegalauannya dengan bernyanyi. Sedangkan Chansung yang berhenti di tengah taman yang dikelilingi oleh pohon rindang yang berguguran mengambil sebuah kalung perak bertuliskan inisial namanya. Chansung menarik napas.
"Ah... Hyung... Kau membuatku bingung" ujar Chansung sambil memandangi kalung tersebut, Taecyeon yang merasa terpanggil seseorang menoleh kearah sampingnya, mengedarkan pandangannya namun tak ada seorangpun.
"Chansung-a kapan kau akan pulang" ucapnya pelan "Aku khawatir"
Dilain tempat Chansung melanjutkan perjalanan sambil menggenggam kalung pemberian Taecyon beberapa hari lalu, dengan rasa khawatir yang tinggi, Taecyon bergegas keluar dari dorm berniat mencari Chansung, ia berlari dengan tergegas sampai akhirnya ia melihat Chansung berada tepat didepannya, Chansung hendak menyebrangi jalan raya, namun ia tak melihat sebuah kendaraan sedang melaju kencang ke arahnya, lalu
Taecyon berlari dan berteriak,
"Chansung-a awas!" Taec mendorong tubuh Chan ke pinggir jalan, membuat mereka terjatuh dengan posisi Taec menindih tubuh Chan.
"Ya! Apa kau sudah gila?" Taec bangun dan memarahi Chan, Chan yg terkejut ikut bangun dan merapihkan diri.
"Bodohnya kau!" Taec tatap memarahi Chan, lalu ia menarik tangan Chan masuk ke dalam dorm. Chan yang masih merasa bingung dan bersalah duduk terdiam di sofa, sedangkan Taec membka jaketnya sembari membuatkan noodlecup untuk Chan.
"Darimana kau?" Tanya taec dari arah dapur,
"Aku dari taman" jawab Chansung, Chansung kembali membiarkan pikirannya melayang, ia terus memandangi kalung berinisial namanya dan mengacuhkan omelan Taec. Dalam pikiran Chan, apa maksud Taec hyung memberiku kalung ini, kenapa harus aku, kenapa bukan orang lain, didorm ini semuanya lebih dariku. Apa spesialnya aku dimatamu hyung? Chansung terbangun dan memasukan kalungnya kedalam kantung jaket.
"Ya! Kau tidak mendengarkan aku?"
"Aku bukan anak kecil lagi hyung" jawab Chan lesu, Taec melihat Chan sangat lesu hari ini, dalam pikiran Taec Chansung sedang mengalami masalah hebat, aku harus ada disampingnya agar ia tenang.
Chan melahap noodlecup tanpa semangat, Taec memandanginya, ia perhatikan Chan yang wajahnya memucat.
"Apa kau sakit?" tanya Taec sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Chan, Chan tersedak karna wajah Taec yg memenuhi pandangannya. Chan menahan senyumnya, ia melanjutkan makannya dan mencoba mengacuhkan Taec. Namun Taec terus menatapnya, Chan semakin salah tingkah.
Ia terbatuk, Taec memberinya segelas minuman hangat.
"Pelan-pelan makannya" dalam hati Chan yang membuat dirinya terbatuk adalah tingkah hyugnya. Ia menghabiskan air minumnya tergesa, membuat alirannya menetes melalui dagunya, Taec mengusapkan tangannya menghapus aliran air di dagu Chan, Chan terpaku. Begitpun Taec, Taec menatap lama wajah Chan dan mendekatkan bibirnya ke bibir Chan, Chan menutup mata dan menjatuhkan gelas digenggmannya, Taec merubah posisi duduknya, bibir Taec mencium bibir lembut Chan, terus dipagutnya bibir Chan, tangan Taec membuka sleting jaket tebal Chan,
Reflek tangan Chan melingkar di pinggang Taec, dengan lama mereka berciuman, tangan Chan mengusap punggung taec lalu masuk kedalam baju hangat Taec, begitupula tangan Taec yang telah berada di dada Chan, Taec bermain dengan nipple Chan nakal.
Membuat Chan semakin geli, Taec melepas ciumannya lalu melepas pakaian Chan, dihisapnya nipple Chan lembut kadang digigitnya nipple Chan.
Chansung mengangkat kepalanya, tangan meremas rambut Taec, tangan Taec sibuk membuka celana Chan dan dirinya. Suasana dingin musim gugur tak terasa oleh mereka, kali ini Taec dan Chan telah sama sama telanjang, Taec mendorong Chan tiduran disofa, Taec menindih C begitu pula jr mereka masing masing, dalam keadaan setengah berdiri, Taec menjepit jr Chan dengan pahanya sembari tetap memanjakan nipple Chan.
Tangan Chan masih memeluk punggung Taec mesra sedangkan tangan Taec menggenggam daging empuk dibelakang jr Chan,
"Hyungghhh" desah Chan diantara nikmat dan bingung, Chan mendesah hebat,
"Hyungh aheumphh ahehh" Taec yg mengerti sendiri arti desahan Chan, turun menjilat perut Chan, hingga tepat pada kepala jr Chan, di-licknya dengan pelan kepala jr Chan dengan mesra, kedua kaki Chan dilebarkan, kaki kiri Chan berada dipundak Taec, sedangkan kaki kirinya menjulur kebawah sofa, tanpa babibu Taec melahap jr Chan,
"Aheunghh, hyungghhh stophh" tolak Chan, Taec tak berhenti sampai situ. Jari tengah taec menembus lubang Chan pelan, menambah knikmatan Chan, jarinya dimasukan seirama dengan hisapan di jr Chan,
"Hyunghh aku takhh kuathh" tiba tiba Taec memberhentkan aksinya, lalu memaksakan jrnya yang sudah basah masuk kedalam mulut Chan, Chan mengerti keinginan Taec, dan memajukan kepalanya maju mundur.
Setelah merasa cukup Taec menarik jrnya lalu dengan sergap membasahi lubang Chan dan menciuminya, dengan tenang Taec memasukan jrnya ke dalam lubang Chan, membuat Chan berteriak,
"Arghhh" khawatir akan teriakan Chan terdengar, Taec langsung mencium bibir Chan dan berperang lidah, hembusan nafas Chan memburu menerpa wajah Taec. Jr Taec sukses menembus pertahanan Chan dan menyesuaikan dengan jepitan lubang Chan, tangan Taec mencubit nipple Chan, wajah mereka memerah, keringat saling membasahi, jr Chan terjepit perut Taec yg memaju mundurkan pinggulnya, semakin menambah ketegangan jr Chan.
Tangan Chan mengusap kadang mencakar punggung Taec ganas, dengan perlakuan Chan, Taec semakin bersemangat menggenjot lubang Chan, belum dengan jepitannya yang membuat nikmat.
Masih dengan posisi sama, Chan menopang kepalanya dipundak Taec dan membiarkan Taec membuat kissmark dileher Chan.
"Hyunghh, akuhh takkhh tahanhh laghihh" tak berapa lama, jr Chan mengembang dan memncratkan cairannya keperut masing masing Taec yang jrnya terjepit kencang karena orgasme Chan pula merasa akan sampai pada puncaknya, sampai akhirnya ia mencabut dan mengocok jrnya di atas dada Chan, cairan jr Taec keluar dan muncrat ke segala arah. Wajah Chan penuh dengan cairan Taec, lalu Taec membersihkan
cairan itu dengan menjilati wajah Chan dan mengumpulkannya didalam mulut, Taec mencium chan dengan mulut penuh cairan cinta...
-Malamnya-
Chan berdiri di balkon menatap luas pemandangan malam kota Seoul, angin dingin menerpa wajahnya, sembari menggenggam kalung pemberian Taec, Chan bergumam "Apa artinya ini... Apa ia mencintaiku? Apa ia menyayangiku? Perasaan apa ini? Apa aku mencintainya? Kenapa aku?"
Berbagai macam kemungkinan muncul di otak Chan, merasa nyaman dengan terpaan angin diwajahnya Chan bergumam pelan dengan nada I can't dari album lamanya.
"Chan..." Chan terkejut karena Taec kini sudah berada disampingnya,
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Taec, Chan diam terpaku menatap wajah Taec, Chan menunjukan kalung perak yang digenggamnya, Taec ikut memandangi, dan tersenyum. Taec mengambil kalung itu Memasangkannya di leher chan dengan jantannya, lalu memeluk Chan dari belakang dengan mesra,
"Diamerika sebuah kalung menandakan hadiah untuk yg tersayang, dan hyung kasih ini untuk Chanana yang hyung sayang" Taec mencium tengkuk Chan lembut, tanpa diketahui Taec, mata Chan memanas dan menangis, Chan menumpukan tangannya di atas tangan Taec,
"Gomawo hyung..." Ucapnya pelan. Sambil menundukan wajah, di akhir musim gugur ini, Chan mendapatkan cinta dari Taec, hyungnya, walaupun daun daun kering berguguran, namun sang batang pohon tak akan pernah gugur. Terus berdiri tegak hingga sang batang tak mampu lagi bertahan, sama dengan hati Chan yang walaupun nanti akan gugur, namun ia yakin cinta Taec dan cintanya tak akan pernah gugur, hingga mereka berdua sama sama lelah dengan sendirinya.
-End of Chan-Taec on 'Fall' Love-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar