Minggu, 21 Oktober 2012

(Request Story) One Day


This story for 'Anynomous'
Sorry for the late posts :(

Part. I

Cast : Nickhun and Wooyoung of 2PM

_***_

Senja menyambutnya lembut dengan pancaran matahari yang siap untuk menyembunyikan diri darinya. Hembusan angin mengenai tubuhnya yang berjongkok, menggali tanah, berniat mengubur sebuah kotak kecil kayu yang ia buat sendiri.

Dibawah pohon yang rindang, belakang pekarangan rumahnya, ia menggali tanah dengan sekop kecil. Kalut, kelam yang dirasakannya. Dilema menyerangnya yang menggali pelan, terkadang rasa tega membuatnya untuk tidak mengubur kenangan indah dalam kotak kecil kayu tersebut.

Tetesan air keringat mengaliri pipi dan jatuh ketanah, ia kelelahan, namun ia harus tetap mengubur kotak kecil tersebut.

"Mianhae... jeongmal mianhae..." dengan nafas terengah, ia masih menggali tanpa henti.

Masih terekam dimemorinya masa-masa indah bersama orang itu, saat ia pertama kalinya mengenal kata sayang dan merasakan rasa sayang yang tak terbatas dari orang itu.

Seorang Pangeran Thailand yang dipuja banyak orang.

_***_



Part. II
(* sorry there was miss-communication between me and connection)
Cast : Nickhun and Wooyoung of 2PM

-***-

Dibawah terik matahari, ia berjalan menelusuri jalan setapak menuju rumahnya. Tak dihiraukannya bau pesing, suara tikus yang mencericit dan kumuhnya gang kecil tersebut, ia terus melangkah tanpa henti.
Wooyoung menghentikan langkahnya ketika sebuah benda beebentuk silinder jatuh melewatinya, dan berhenti dikakinya. Ia teringat akan roll film kamera yang menggelinding jatuh saat itu, dan berhenti tepat dibawah kaki orang itu.

Pangeran Thailand mengambil roll tersebut lalu memandanginya, sadar akan itu milik Wooyoung yang berdiri dihadapannya, ia menggenggam roll itu sembari tersenyum pada Wooyoung.

"This is yours right?" Wooyoung mengangguk, diambilnya roll tersebut lalu meninggalkan orang itu tanpa pamit.

Malu, saat itu Wooyoung malu untuk berbicara padanya. Orang asing yang ditemuinya sukses membuat Wooyoung tersipu.

-***-

Wooyoung mengambil tiap inci pemandangan yang ada dihadapannya, ia memainkan kameranya layak seorang handal.

Dinikmatinya suasana hangat taman kota saat itu, hembusan angin membuatnya lupa akan waktu.
Tak luput darinya pemandangan disana, permen gulali kapas yang sedang dinikmati anak kecil, sebuah pasangan yang bercengkrama dan Pangeran Thailand yang mengembalikan roll filmnya.

Ia terdiam sesaat. Masih memandangi lewat lensanya, ia tetap mengambil gambar Pangeran Thai itu yang sedang berjalan mendekatinya.

"Hi" ucap orang itu dengan senyuman yang tetap menggantung di wajahnya.
Wooyoung berdiri, menatap wajahnya dan menjabat tangannya.

"Nickhun" Wooyoung tak menjawab, ia hanya menyunggingkan senyuman lalu kembali bermain dengan kameranya.

Nickhun berdiri disampingnya, mengedarkan pandangannya dan menepuk pundak Wooyoung.

"Try take it from there, might it will be better than here" ujarnya sambil menunjuk sebuah bangku panjang..

"Let's..." ditariknya tangan Wooyoung lalu diajaknya duduk di bangku tersebut.

-***-

Wooyoung sampai dirumahnya, ia membuka pintu dan beristirahat sejenak disofa ruang tamu. Ia memejamkan matanya, menikmati empuknya sofa yang ia beli sendiri dari hasil fotografinya.

Suasana yang hening, membuatnya ia terlelap. Rasa lelah yang hinggap membujuknya untuk tidur.

"This is your coffee" ia membuka matanya, ia duduk lalu mengedarkan pandangannya.
Ia merasa mendengar suara Nickhun.

Teringat ketika Nickhun menginap dirumahnya. Nickhun selalu membuatkan kopi hangat untuknya, selalu memanjakan Wooyoung.

"Aish... Jinjja.."























2 komentar:

  1. bagus min critanya cuma alurnya blm ketebak thanks bgt dh dibikinin lanjutkan gue baca terus min

    BalasHapus
  2. kayanya sih si author pakenya alur mundur :)
    tunggu aja ya :)

    BalasHapus