Cast : U-Know Yuno, Hero Jaejoong, and Micky Yoochun of TVXQ
*note : this story before JYJ debuted
Seketika langit senja digantikan oleh terangnya rembulan. Banyak bintang berhamburan menghiasi polosnya sang langit malam, hembusan angin menerpa tubuh tiga namja tampan yang berkumpul disebuah bukit yang telah menjadi markas mereka berkumpul sejak dulu.
Namun kali ini, mereka tengah dilanda belasan botol soju yang tergeletak di bawah kaki mereka. Yuno tertawa dan berkata kepada Dua orang lainnya "Ya! Kalian berdua tidak merasa aneh?" Dipandangnya jaejung dan Uchun yang berada disamping kanan dan kiri Yuno.
"Aku merasa aku sedang terangsang gara gara belasan botol soju ini" ujarnya dilanjutnya dengan tertawa, Yoochun yang berbaring memandang langit, mengusap jrnya. Sedangkan Jaejung yang mengamati tingkah Micky meracau
"Lihat! Micky mengusap jrnya! Kaupun terangsang?" Jaejung ikut irama tawa Yuno. Micky tersenyum dan menutup matanya.
Terus diusapnya jr Micky hingga membentuk gundukan besar yang tercetak jelas, masih terdengar bahakan tawa jaejung dan yuno malam itu. Micky tak menghiraukannya, ia terus mengusap hingga benar benar terasa sempit.
Tak memperdulikan Jaejung dan Yuno, Micky membuka ikatan sabuk pada celananya, membuka dan mengeluarkan jrnya yang tegang dengan bentuk sempurna, jr tegang milik Yoochun mencuat tegak berdiri menghadap langit.
Digenggamnya, lalu diayunkannya pelan genggaman tangan yoochun naik turun, merancap dirinya sendiri ditengah hembusan angin malam. Masih menutup mata, Yoochun membayangkan seseorang menghisap kemaluannya. Tenggelam dalam imajinasi fantasi sexnya Yoochun memainkan twinsballnya sendiri dan menusuk lubang kencing dengan telunjuknya sendiri. Dengan sedikit desahan Yoochun benar benar menikmati selfservicenya.
Jaejung dan Yuno yang tadi tertawa kini saling memuaskan, mereka berdua saling menggengam kepala dan bertukar air liur dengan ganas. Bukan bahakan tawa lagi yang terdengar melainkan desahan nikmat dari ketiga namja tampan tersebut. Yoochun yang mendengar desahan Jae dan Yuno memberanikan diri melepas semua semua pakaiannya. Nipplenya yang tegang sudah tidak tertutupi lagi oblong favoritnya. Masih memejamkan mata, Yoochun mencubiti nipplenya dan mengerang. Erangan yang terdengar seperti memancing Yuno dan Jae yang kala itu berciuman nakal.
Nafsu yang sudah tak terbendung membuat mereka menghentikan kegiatan lalu mendekati Yoochun yang memejamkan matanya. Jae menjilati wajah Micky ganas, Jae menciumi paha dan mengusap tubuh indah Yoochun. Yoochun yg menerima sensasi tersebut menghentikan kegiatan meloconya. Yuno yang sadar akan kepasrahan Yoochun Menaiki tubuh yoochun dan mencium bibirnya ganas, Jae tak tinggal diam. Ia membenarkan posisi pantat yuno lalu membuka sabuk celana
Yuno dari belakang, ditarik paksa celana Yuno dan menaruhnya di samping baju Yoochun.
Setelah terpampang lubang pantat Yuno, Jae memandang jr Yuno yang sedikit basah dilubangnya. Lubang kemaluan Yoochun yang basah bertabrakan dengan kemaluan Yuno. Jae yang tak ingin
kehilangan kesempatan, menatapi dua kemaluan yang bertabrakan. Diluruskan kemaluan mereka oleh Jae dan dimainkannya. Ciuman Yuno dan Yoochun terhenti, mereka berdua mendesah dan mengerang bersama sama. Aroma soju yang tercium dari mulut Yuno dan Micky semakin membakar libido
masing masing, Yoochun membuka kaus Yuno dan mengusap dadanya lembut. Sedangkan Yuno mendekatkan mulutnya dan menghembuskan aroma soju ke hidung Yoochun, Jae yang kinipun ikut bertelanjang mendorong pinggul Yuno, memaksa kemaluan Yuno dan Yoochun berhimpitan.
Tangan yoochun sekarang mengusap punggung Yuno lalu turun kebongkahan pantat Yuno. Dibukanya lebar dan di genggamnya, dimaju mundurkan pantat yuno oleh tangan yoochun, Jae yang diberi kesempatan Yoochun langsung meringkuk menjilati lubang pantat Yuno. Terkadang ditusukan lidahnya tepat dikerutan lubang pantat Yuno. Yuno yang memang sangat bernafsu malam itu menggigit ganas bibir Chun. Dihisapnya dengan kencang lidah Chun dan dijambaknya rambut Chun kencang.
Gesekan antara perut dan kemaluan Yuno juga Yoochun semakin membuat mereka bernafsu. Jae membasahi kemaluannya dengan air liur, bersiap memasukannya kedalam lubang Yuno. Alkohol yg dikonsumsi Yuno tak membuatnya kesakitan saat dirinya dimasuki oleh kemaluan Jae. Yuno semakin bernafsu bertukar air liur ketika kemaluan Jae habis ditelan lubangnya.
"Yuno..." Racau jae sedikit mengerang, tak memperdulikan desahan Jae. Yoochun masih tetap memaju-mundurkan pantat Yuno. Bosan dengan posisi tersebut Jae melepas jrnya, merancap sendiri kemaluannya agar tetap tegang, Yoochun yang melihat Jae melepas tusukannya mendorong tubuh Yuno. Dengan inisatif tinggi, Yoochun mengangkat kedua kakinya tinggi-tinggi dan menunjukan lubangnya pada Yuno. Yuno yang paham akan keinginan Chunnie, membasahi jrnya lalu menyiapkan diri didepan lubang pantat Chun. Jae yang tak ingin ketinggalan menaruh jrnya diatas mulut Chun dan membiarkan jr menempel pada bibirnya, Jae mencium bibir Yuno ganas. Dengan kaki yang ditopang pada bahu Yuno, Chun menggenggam jr Jae merancapnya pelan lalu memasukannya dalam mulut.
Hisapan Chun membuat Jae kelojotan. Tak hanya jr, twinsball Jae kena sasaran hisapan Chun.
Sembari menciumi yuno, tangan Jae mencubit nipple Yuno keras, membuat nipple Yuno semakin mencuat. Dibawah sebuah pohon rindang diatas bukit, mereka mengerang bersahutan. Dirasa cukup. Yuno yang merasa akan mencapai klimaks mencabut jrnya lalu menyuruh Chunnie melakukan
Doggie style, Jae meringsut kebawah Chunni. Membiarkan kemaluannya menegang melewati celah paha dan merujuk ke lubang pantat Chun.
Dibantu oleh Yuno, kemaluan Jae dihisapnya sebentar dan dimasukannya kedalam lubang Chun. Hampir masuk setengah, Yuno memainkan jrnya memaksa masuk Lubang Chun. Tak ada respon dari Chunnie, Yuno tetap mendorong kemaluannya. Kemaluan Jaepun terdorong, terlahap semua batangnya oleh lubang Chun. Nafas mereka memburu satu sama lain. Kini, dua kemaluan telah dilahap lubang Chunnie, ia memaju-mundurkan tubuhnya sendiri.
Yuno memeluk Chunnie dari belakang, menempelkan nipplenya pada punggung Chun, sedangkan Jae mengusap lembut nipple Chun.
"Aheump, ash, ash" Chunnie mendesah diikuti Jae, Yuno merasa kemaluannya terjepit keras karena kemaluan Jae yg mengembang. Menandakan ia mencapai orgasme menahan jepitan nikmat dari batang Jae dan otot lubang Chun, Yuno menciumi punggung Chun.
Tak berapa lama, ditembakannya cairan hangat masuk kedalam perut Chun, Yuno mencabut jrnya. Terlihat mengkilap kemaluan Yuno karena cairan Jae. Jae mencabut kemaluannya lalu membiarkan
Chunnie berdiri, kali ini lubang Jae yang menjadi sasaran Yuno. Yuno membuka lebar kedua kaki Jae dan memaksa memasukan jrnya. Jae sedikit berteriak namun mulutnya langsung tersumpal kemaluan Chun. Teriakan berubah erangan nakal. Dorongan jr pada tubuh Jae dipercepat Yuno.
Bukan hanya erangan nakal Jae, bunyi pokpok ikut menghiasi malam itu. Chun yang kemaluannya dihisap dan lubangnya dipermainkan mendekatkan wajah pada Yuno. Mereka kembali berciuman dengan panas. Sembari merancap kemaluan Jae, Yuno melepas ciumannya dan berteriak.
"Ssebentar... " belum selesai berbicara, Yuno memuntahkan cairannya dan segera mencabut dari lubang Jae. Chunnie yang kemaluannya dipermainkan Jae pula merasa sampai pada puncaknya, Yuno menduduki tubuh Jae lalu menjilati leher Chunnie yang sebentar lagi berorgasme.
"Asshhh, ashhhiiy" Tak berapa lama, Chunnie memuntahkan cairannya. Semuanya ditelan. Habis-habisan oleh Jae. Dicabut jrnya dari mulut Jae, tubuh Jae ditarik Yuno dan mereka berdiri bersamaan dengan kemaluan yang masih menegang. Tangan mereka saling merancap kemaluan, Yuno pada Jae, Jae pada Chun dan Chun pada Yuno. Masih dalam keadaan nafsu.
Tangan kiri mereka mengusap nipple, dengan arah putaran yg sama. Tak berapa lama, Yochun
Mendesah,
"Ah, ah, ah, kocokans Jaeh membuatkush sebentars lagih akans sampai" dan akhirnya disaat bersamaan. Mereka kembali mengeluarkan muncratannya.
Malam itu, selesai bercinta mereka duduk terdiam tanpa sehelai benangpun. Menikmati hembusan angin malam dengan bertelanjang ria.
-End-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar