Part. II
Berusaha menghubungi Doojoon. SMS telepon, udah kulakukan. Hasilnya nihil, ga ada yang dijawab.
Agak sedikit marah, aku menyerah menelepon dia. Kucoba menelepon teman nya, Dongwoon. Aku tau jadwal latihan mereka, jadi kucoba menghubungi temannya dan menanyakan kabar Doojoon. Langsung saja kutelepon Dongwoon
Dongwoon, my best friend. Dia pernah suka padaku. Sejujurnya aku juga suka Dongwoon, gakalah perfect dari Doojoon. Entah, aku suka Doojoon pada awalnya, tapi lama kelamaan, aku menyesal. Doojoon terlalu cuek. Disaat Doojoon cuek, Dongwoon selalu ada buatku.
"Dongwoon-ah, apakah ada Doojoon disana?" tanyaku, berharap Dongwoon bisa mengabariku keadaan Doojoon sekarang.
"Doojoon? Sejam lalu dia pulang dari latihan, dia pulang duluan sih. Katanya bosen latian terus, namjachingu mu itu. Anyway, apa Doojoon ga contact kamu?" tanya Dongwoon penasaran.
"Ani *sigh* he always like that. Woon-ah, bisa temenin aku dirumah? Lagi sendirian nih, jebal" pintaku. Oya, aku sendirian dirumah, tadinya berharap Doojoon bsa menemani. Tapi ~
"N-ne. Chakaman. I'll go now" katanya, terdengar nada excited dri ucapannya.
Dongwoon POV
Doojoon babo ne? *smirk*
Aku langsung berganti pakaian, kuambil yang cukup keren. Menggunakan gel, menyemprotkan parfum, dan sebagainya. Intinya, tampil terbaik untuk Chorong tonight.
Langsung aku melesat turun kebawah, mengambil kunci motor, jaket, dan pergi melesat kerumah Chorong.
Sebenarnya aku sayang Doojoon, sebagai teman. Kalo dia sayang Chorong, aku juga akan senang, tapi engga. Dia menyiakan Chorong, aku yakin Chorong mulai muak sama Doojoon. Kesempatan? Iya. Tapi siapa yang membuka lebar kesempatan itu? Doojoon. Salahku? Iya. Sepenuhnya? Engga.
Tak lama aku sampai dirumah Chorong. Kutelfon dia dari bawah. Saat ku dial, ternyata dia sudah sadar. Ada jeritan "DONGWOON-AH!". Langsung aku menoleh ke arah pintu rumahnya. Terlihat Chorong, dengan baju rumah santainya. Tetap cantik, still dazzling. Doojoon, bego lu nyuekkin yeoja kaya gini.
Chorong POV
Setelah kulihat Dongwoon di luar pagar rumahku memegang handphone, aku langsung berteriak memanggil "DONGWOON-AH!"
Begitu dia menoleh ke arahku. Dor. Dia, gapernah lebih ganteng dari ini. Sangat cakep. Aku belum pernah lihat dia dengan model rambut seperti itu. Dan pakaiannya, so masculine. Doojoon, mianhae.
Aku melesat keluar rumah dan membukakan pintu gerbang. Tercium aroma parfum namja yang khas wanginya. Sungguh feromon bagiku. Langsung kutarik tangan dia dan kuajak masuk kerumahku.
-Continue-
Agak sedikit marah, aku menyerah menelepon dia. Kucoba menelepon teman nya, Dongwoon. Aku tau jadwal latihan mereka, jadi kucoba menghubungi temannya dan menanyakan kabar Doojoon. Langsung saja kutelepon Dongwoon
Dongwoon, my best friend. Dia pernah suka padaku. Sejujurnya aku juga suka Dongwoon, gakalah perfect dari Doojoon. Entah, aku suka Doojoon pada awalnya, tapi lama kelamaan, aku menyesal. Doojoon terlalu cuek. Disaat Doojoon cuek, Dongwoon selalu ada buatku.
"Dongwoon-ah, apakah ada Doojoon disana?" tanyaku, berharap Dongwoon bisa mengabariku keadaan Doojoon sekarang.
"Doojoon? Sejam lalu dia pulang dari latihan, dia pulang duluan sih. Katanya bosen latian terus, namjachingu mu itu. Anyway, apa Doojoon ga contact kamu?" tanya Dongwoon penasaran.
"Ani *sigh* he always like that. Woon-ah, bisa temenin aku dirumah? Lagi sendirian nih, jebal" pintaku. Oya, aku sendirian dirumah, tadinya berharap Doojoon bsa menemani. Tapi ~
"N-ne. Chakaman. I'll go now" katanya, terdengar nada excited dri ucapannya.
Dongwoon POV
Doojoon babo ne? *smirk*
Aku langsung berganti pakaian, kuambil yang cukup keren. Menggunakan gel, menyemprotkan parfum, dan sebagainya. Intinya, tampil terbaik untuk Chorong tonight.
Langsung aku melesat turun kebawah, mengambil kunci motor, jaket, dan pergi melesat kerumah Chorong.
Sebenarnya aku sayang Doojoon, sebagai teman. Kalo dia sayang Chorong, aku juga akan senang, tapi engga. Dia menyiakan Chorong, aku yakin Chorong mulai muak sama Doojoon. Kesempatan? Iya. Tapi siapa yang membuka lebar kesempatan itu? Doojoon. Salahku? Iya. Sepenuhnya? Engga.
Tak lama aku sampai dirumah Chorong. Kutelfon dia dari bawah. Saat ku dial, ternyata dia sudah sadar. Ada jeritan "DONGWOON-AH!". Langsung aku menoleh ke arah pintu rumahnya. Terlihat Chorong, dengan baju rumah santainya. Tetap cantik, still dazzling. Doojoon, bego lu nyuekkin yeoja kaya gini.
Chorong POV
Setelah kulihat Dongwoon di luar pagar rumahku memegang handphone, aku langsung berteriak memanggil "DONGWOON-AH!"
Begitu dia menoleh ke arahku. Dor. Dia, gapernah lebih ganteng dari ini. Sangat cakep. Aku belum pernah lihat dia dengan model rambut seperti itu. Dan pakaiannya, so masculine. Doojoon, mianhae.
Aku melesat keluar rumah dan membukakan pintu gerbang. Tercium aroma parfum namja yang khas wanginya. Sungguh feromon bagiku. Langsung kutarik tangan dia dan kuajak masuk kerumahku.
-Continue-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar