Part. IV
-Wooyoung POV-
Aku melepas ciumannya, aku terkejut. Aku memandang wajahnya, ekspresinya sama sepertiku. Terkejut dan malu.
"Hyung, apa yang kau lakukan" tanyaku, aku menghapus air mataku dan mengusap bibirku.
"Sorry..." aku dapat melihat telinga dan wajahnya memerah, aku yakin wajahku terlihat sama sepertinya.
"Aku hanya ingin membantu melepas stres-mu, maaf" ia menatapku.
"Aku tak tega melihatmu tertekan seperti ini"
"Tapi, ini bukanlah caranya..."
"Wooyoung, aku ingin kau relax... Aku tak tega melihatmu seperti ini"
Perkataannya memang sangat benar, namun apakah benar ini caranya? Satu sisi aku memang menginginkannya, satu sisi aku menolaknya.
Namun, satu yang pasti dalam anganku. Aku hanya menginginkan ke-nyenyak-an dalam tidur setiap malamnya.
"Maafkan aku..."
-***-
-Nickhun POV-
Aku mencium bibirnya, ku pagut pelan, tanganku mengusap pipinya.
Lagi, ia mendorong tubuhku. Ditatapnya wajahku, diusapnya lalu dicium pipi ku.
"Please help me..." ujarnya sambil setengah berbisik.
Aku menjemput bibirnya, ku lumat lembut. Aku mengangkat tubuhnya ke atas pangkuanku, ia melingkarkan tangannya dileherku.
Aku hisap lidahnya pelan, ku permainkan lidahnya, terkadang aku gigit lidahnya. Kupeluk tubuhnya, aku mengangkat kakinya ku lingkarkan pada pinggangku.
Tangannya mengusap pungguungku, sungguh aku sangat terangsang.
Nafasnya menderu mengenai wajahku, aku melepas pelukanku lalu membuka piyama yang ia kenakan.
Aku mengecupi lehernya, aku jilati hingga ke dada. Didadanya aku menarikan lidahku di atas nipplenya yang tegang. Aku hisap pelan lalu kugigit, ia menarik rambutku dengan pelan.
Ia mendesah, desahannya mengisi kamar malam ini.
Ia mengerang, dan terus memanggil namaku.
Aku menyudahi perlakuanku, aku memandangnya. ia tersipu, tersenyum kecil lalu menggigit bibir bawahku. Dikulumnya, lalu dipermainkan bibirku dengan lidahnya.
Kami bertukar air liur, lidahnya memasuki rongga mulut dan menyentuh langit-langit mulutku.
-***-
-Wooyoung POV-
Entah apa yang ada dalam pikiranku kini, namun aku yakin sebenarnya ini sesuatu yang salah, sangat salah. Aku menyerahkan diri pada orang yang belum aku kenal seutuhnya.
Bodohnya aku, namun aku menikmati ini. Sangat menikmati.
"May I?" bisiknya sembari mengusap kemaluanku yang sudah menegang, aku memejamkan mata lalu mengangguk pelan.
Diremasnya kemaluanku oleh Nickhun, dihisapnya kembali nippleku yang sudah sangat tegang.
Dirapatkan olehnya tubuhku kedinding, Nickhun menyerangku habis-habisan. Tak hanya leher, dadaku sukses di 'kissmark'-nya.
Tuhan, aku paham ini salah, maafkan aku.
Tangannya pandai merancap, bibirnya pintar menemukan titik rangsang, lidahnya lihai menari diatas tubuhku. Laki-laki ini sangat cerdas.
"Have you do this with another male?" bisiknya ditengah permainan, aku menggelengkan kepala.
Aku mendesah, mengerang, menggeliat, menikmati permainannya. Aku sangat terangsang, malam ini aku mungkin akan terlelap dengan nyenyak.
-***-
-Nickhun POV-
Aku merancap kemaluannya kencang, seirama dengan tusukanku dalam tubuhnya. Kami berdua sama sama telanjang, keringat menyilaukan tubuh kami yang basah oleh keringat.
Hentakan demi hentakan terus ku lakukan, aku menikmati permainan ini. Mungkin juga Wooyoung menikmatinya.
Ku lihat wajahnya, matanya yang terpejam, dan bibir tipisnya yang indah membuatku semakin bernafsu untuk meneruskan permainan ini.
Aku mempercepat rancapanku pada kemaluannya, sebentar lagi aku mencapai puncak. Namun, menggenggam kemaluan Wooyoung membuatku menahan klimaks dan lebih mendahulukan Wooyoung.
Otot Wooyoung mengembang dalam genggamanku, aku dapat merasakan jepitan otot tubuhnya yang menjepit milikku. Tak berapa lama, Wooyoung memuntahkan cairannya yang menyebar kemana-mana. Sebagian kedadaku, wajahku, wajahnya dan tentunya tanganku.
Aku tak kuat menahan klimaks, aku mencabut milikku dan meloconya di atas dadanya.. Cairanku keluar mengenai dadanya dan wajahnya, aku menjilati seluruh wajahnya, membersihkan dari cairan kentalku.
Live from BlackBerry® on AHA - I like it!
wahhh bagus bagus gue selalu ngikutin koq
BalasHapus