Senin, 01 Oktober 2012

(Request Cracking Couple) Woo-Kwang

Request From @MinwooBF_YXe
This Story Made by @jungjinwoonRP

Cast : Wooyoung 2PM (Uke)
Kikwang B2ST

(RCC)


-Kikwang-Wooyoung- 

Masih terdengar teriakan para penggemar didepan panggung, sorot lampu menari mengikuti alunan musik dancepop yang dibawakan boyband B2ST. Wooyoung yang setelah perform mengamati penampilan B2ST seksama. 
Diperhatikan ditel gerakan dan pengaturan  nafas dari grup tersebut, ada yang menarik dimata wooyoung, salah satu member B2ST membuat mata wooyoung tak berkedip.
 Ia melihat tubuh member itu terbentuk, walau masih mengenakan kostum. Wooyoung dapat membayangkan pahatan pada tubuh member B2ST tersebut. 

Setelah selesai penampilan, wooyung masih tetap memperhatikan member tersebut, dipandangnya satu satu semua member ketika melewatinya namun, saat member yang menarik matanya lewat, ia tersenyum kecil. "Kau bekerja keras kikwang" sapa Wooyoung, Kikwang mengangguk dan membungkukan diri "terima kasih Wooyoung" dimulai saat itulah mereka saling dekat hingga sekarang. 

Kali ini Wooyoung sedang menunggunya disebuah rumah makan mewah yang menjadi tempat kopi daratnya dengan Kikwang. Ia sudah memesan makanan kesukaan kikwang lengkap dengan lilin ditengah meja makan
Wooyoung membayangkan makan malam romantis bersama Kikwang, tak lama Kikwang datang membawa seikat mawar. 
Dipandangnya kikwang dari kejauhan, Wooyoung sudah tersenyum lebar. Dengan balutan kemeja dan dasi kikwang terlihat sangat tampan. Kikwang memberi wooyoung ikatan bunga tersebut lalu duduk manis menghadap Wooyoung. 

Dilihatnya wooyoung tersenyum lebar. "Gomawo" ucap Wooyoung, Kikwang mengangguk mengiyakan kalimat Uyong, malam itu. Makan malam yg sangat luar biasa, dengan alunan musik jazz, wine kelas atas dan sajian yang mengugah selera. Mereka meninggalkan restaurant tersebut lalu masuk kedalam mobil kikwang, sambil memeluk Uyong dipinggang, Kikwang menggandeng Uyong masuk. 

Dibawa oleh Kikwang mobil tersebut ke laut lepas, dan mengajak wooyoung memandangi bintang yg terlihat jelas mengkerlip di atas sana. 

"Kwang, malam ini... Terima kasih yah" ucap Wooyuong sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kikwang. Kikwang hanya tersenyum sembari menatap langit malam, mereka mendudukan diri dibagian depan mobil. Ditemanin deruan ombak kecil yang menyapu pinggir laut. Masih menyandarkan bahu, Wooyoung memeluk tubuh Kikwang dari samping "seandainya kita terus dapat bersama seperti ini" ucap Uyong memejamkan mata, di usapnya kepala uyong dengan lembut oleh kikwang. 

"Pasti bisa, in this world there isn't impposible thing" Kikwang mengalihkan pandangannya, diangkatnya kepala Uyong, ditopang lalu diusap pipi Uyong dengan mesra. Mereka saling menatap dalam mata masing-masing.
Wooyoung melingkarkan tangannya di pinggang Kikwang, masih menopang dagu Uyong, Kikwang mengambil langkah untuk mencium bibir Uyong terlebih dahulu, dihisapnya pelan bibir Uyong, dijilat lalu digigit nakal oleh Kikwang, tangan Kikwang kini menggenggam kepala Uyong mengusap pipi, telinga dan leher sampai dirangkulnya untuk lebih mendekatkan wajah. 

Uyong membuka kancing kemeja Kikwang satu persatu dilepas ikatan sabuk Kikwang dan diturunkannya celana Kikwang hingga selutut. Tangan Uyong bermain dipaha Kikwang, terkadang ia sengaja menyenggol kemaluan Kikwang, kini Kikwang menyapu wajah dan leher Uyong sembari membuka kemeja yg kenakan. 

Terpampang tubuh atas Uyong dengan nipple yg menegang, tangan Uyong kini tak bermain disekitar paha Kikwang. Nipple tegang Kikwang jadi sasaran cubitan nakal Uyong, bukan hanya dicubit, ditariknya lalu diusapnya lembut. Kikwang yang terbakar hasratnya, turun dari dada Uyong dan menyapu abs pada perut Uyong. 

Lalu dimainkan lidahnya tepat dipusar Uyong. Tubuh uyong menggeliat kecil. Ia memajukan sedikit tubuhnya membiarkan lidah Kikwang menari disana, tak tahan akan tarian lidah Kikwang, Uyong menjauhkan kepala Kikwang. Lalu ia menghisap nipple Kikwang lembut, lalu turun menyapu ke celana dalam Kikwang, tercetak jelas lubang kencing Kikwang karena cairan yg menembus celana dalamnya, dijilatnya lalu dilahapnya bersamaan dengan celana dalamnya, hidung Wooyoung tertusuk aroma keringat dari tubuh Kikwang dan itu membuatnya ia semakin semangat melahap jr yang terbungkus celana dalam. Kikwang meremas rambut Uyong pelan, lalu menariknya untuk diciumnya lagi. 

Sekarang mereka telah dalam keadaan telanjang bulat dengan posisi Uyong melingkarkan kaki dipinggang Kikwang dan jr Kikwang yang telah masuk kedalam lubang Uyong, sambil menggenggam pantat Uyong tangan Kikwang menaik-turunkan tubuh Uyong. Gesekan antara jr Uyong dan abs kikwang membuat ciuman mereka semakin panas. Tangan Uyong menjambak Kikwang kencang, terkadang ditariknya hingga kepala Kikwang terlepas dari ciuman Uyong. 

Angin laut berhembus mengenai mereka, deruan ombak yg menyapu tepi laut menemani percintaan mereka. Keringatpun membanjiri tubuh masing masing, tubuh Uyong direbahkan Kikwang diatas bagian depan mobil. Digenjotnya kencang lalu dikocoknya jr uyong cepat. Jr Uyong diperlakukan kasar, namun tak dipungkiri jika itu memang terasa nikmat.

"Ahheump, hemp heump heump" napas Uyong berburu menandakan orgasme yg sebentar lagi akan dicapainya, paham akan buruan nafas uyong, kikwang melepas tangannya lalu mencium bibir Uyong dimasukannya lidah Kikwang, mereka bertukar air liur. Uyong mengerang dan mengusap punggung Kikwang. Nafas kikwang ikut memburu.

Dilepasnya ciuman Kikwang dan membiarkan Uyong mengerang..

"Ash ki...kwangs aheh aheh benstar lagih akuh sampeehh" Kikwang menurunkan tangannya dan kembali
mengocok jr Uyong kasar. 

Tak berapa lama jr uyong mengembang dan memuncratkan cairan kental yang menyebar ke segala arah. Sebagian mengenai dada dan wajah Uyong sendiri, sebagian mengenai dada Kikwang. 
Kikwang yang jrnya terjepit oleh otot lubang Uyongpun mengerang.

"Ahhh!! Yong jangan jepit akuhh" erang Kikwang, dilepasnya jr Kikwang lalu naik kebadan Wooyoung menduduki dada Uyong lalu menyuruh Uyong menghisap Jr, paham keinginan Kikwang, Uyong melahap jr Kikwang lalu menghisapnya. 
Dimainkannya twinsball Kikwang, tak berapa lama Kikwang segera mencapai klimaks.

"ARGH!" otot jr Kikwang mengembang dan memuntahkan jrnya dalam mulut Uyong. Uyong menelan cairan tersebut dan menyisakan sedikit untuk Kikwang. Kikwang mencium bibir Uyong ganas dan berbagi kenikmatan. 

Masih tetap menindih tubuh Uyong, Kikwang berbisik mesra
"Kita pasti bisa begini terus selama kita mau" dan kembali mencium bibir Uyong mesra. Angin malam menyejukan kedua insan tersebut. Dan deruan ombak laut masih bernyanyi untuk percintaan mereka Malam indah yg tak akan pernah terlupakan oleh mereka

-end of kikwang-wooyoung-

Jumat, 28 September 2012

2MIN


This from @jungjinwoonRP

Cast : SHINee Minho, SHINee Taemin

2MIN- 

Dorm shinee yg penghuninya sudah terlelap semua kecuali dua pasangan serasi yg sering kepergok berciuman sedang bermesraan dalam 
Kamar mandi dorm, minho dan taemin yg sedang asyik menikmati permainan 'dokter dokteran' membuat suasana hening dorm menjadi hidup. 

"Dok, aku terkena sakit apa?" Tnya taemin manja, apa yg skarang kamu rasa? Tnya dokter minho yg tangannya meraba perut dan dada taem Sekarng, 

"aku kegelian dok, adik aku ska berdiri kalo kya gini dok" ucap taem sambil memejamkan mata, sang dokter memandang pasien yg Menikmati usapan dokter flaming charisma, 

"sini saya chek adiknya" minho menurunkan celana taem dan terperangah melihat jr taem stengah Berdiri, lalu dengan tangan sang dokter, taem membalikan tubuh, terpangpanglah dua belah tumpukan daging kemesraan dan lubang cinta taem.

Jari tengah minho mencoba merogoh lbang cinta taem, apa yg kamu rasa skrg? Tanya minho, nikmat dok, ucap taem yg menikmati tusukan jari Jari tengah minho mencoba merogoh lbang cinta taem, 

"apa yg kamu rasa skrg?" Tanya minho, 

"nikmat dok" ucap taem yg menikmati tusukan jari Minho, taem reflek membuka bajunya dan mmbuangnya kesegala arah, minho yg jrnya menegang memberhentikan perlakuannya. Taem terkejut
Ia memandang minho, lalu tercengang melihat minho yg telanjang dengan jr yg tegak sempurna. Dengan keadaan sama sama telanjang taem. Dipeluk mesra oleh minho, jr minho masuk ke paha melewati lubcin (lubang cinta) taem, kepala jr minho menabrak twinsball taem

Taem yg diperlakukan seperti itu menekan pahanya menjepit jr minho lalu mendesah pelan, 

"dok periksa saya"

"Baik sebentar ya" ucap minho, 

Minho mencium tengkuk taem, lalu membiarkan paha taem menjepit jr minho. 

"Ahhahhh, paha kamu sehat dik taem" ujar dokter minho


"benarkah Dok? Kalo saluran pencernaan saya gimana dok?" Tanya taem, minho dengan bijak menarik jrnya lalu mendorong taem ke pojok dinding, taem Memamerkan lubangnya dengan indah, minho menjilati lubang taem lembut, taem mendesah pelan, ahhahempphhh dook, minho membasahi jrnya dengan Air liurnya sendiri, lal memasukan jr panjangnya ke lbang taem. 

"Ahhahhh" mereka berdua mengerang pelan. 

"Gimhhaahnnahhaa dookkeehhh" Tanya taem sambil mengerang, 

"belummhhh terdetekkssiiihhh" ujar minho, ia mendorong pelan hingga jrnya masuk sepenuhnya. 

"Sphheerrtinyahh Ada sedikit gngguan dikkhh" , ujar minho nakal. Minho menggenggam pinggang taem erat, dengan posisi berdiri taem dibuat kewalahan dengan Perlakuan dokter manis it, bgitupun minho yg kelojotan dengan remasan lubang taem di jr minho, minho memeluk taem dari blakang.


"Cobaa, kammuh majh mundurkanh pantatmh, biarh sayah ykinh" ujar minho mendesah, 
taem mnurut dan memajumundurkan pantatnya. 

"Dookkhh, sayah Kokkh syah kenikmatanh ya", ucap taem. 

"Apaah iyah?" Tanya minho, diangkatnya tinggi kaki taem membuat minho semakin leluasa memainkan jrny Minho memaju mundurkan dengan kencang, jiwa semangat yg dimiliki minho membuat taem terbang ke surga. Minho terus menggenjot lalu taem Mengencangkan lbangnya, membuat minho mendesah hebat. 

"Ahhhaaeeummphhh", minho mempercepat gerakannya tangan taemin mengocok jrnya kencang 
Sampai akhirnya minho memeluk kencang taem kencang, taem berada dipuncak kenikmatan segera keluar, 

"dokkhh sayah mau keluarh"

Minho mengerang,

" kelarinhhh, bentar lagi sayah keluaarhhh" ujar minho ters memperat pelukanya, taem yg sudah tak tahan mengeluarkan cairan-cairan cintanya ke arah tembok, sedangkan minho yg masi semangat menggenjot mencabut jrnya dan memaksa taem berjongkok, 

"dikkhh isaaphh" Tanpa pikir panjang, taem berjongkok dan menghisap jr minho dengan semangat, aahheeummphhh ahhahhha minho dibuat kelojotan dengan isapan


Taemin, tak berapa menit kemudian minho mengeluarkan cairannya dimulut taem dan meleleh keluar dari mulutnya, dengan jr masing masing yg Masih menegang, minho sang dkter flaming charisma minho mencium bibir sang pasien taemin, taem yg melingkarkan tgannya di leher minho. Sedangkan tgn minho yg memeluk pinggang taem, berciuman mesra, sambil berpelukan taem memandang minho, 

"jadi gimana dok? Saya divonis Apa?"

Minho membalasnya sambil mencium bibir taem mesra

"tak ada yg salah dik, adik sehat ko" jawab minho. Mereka menmpelkan jr masing Masing, 

"apa iya dok? Saya masih ragu" ucap taem manja. 

"Mau diperiksa lagi?" Tawar sang dokter tampan. Sang pasien tersenyum dan memulai Permainan dokter-dokteran mereka kembali hingga pagi menjelang -end-

Ho-Min

This Story From @JungjinwoonRP

Cast : TVXQ Yunho, TVXQ Changmin
Category : Yaoi NC+

HoMin - 
Dimalam hari yg indah, changmin sedang asik bermain dengan laptopnya yang menampilkan situs dewasa yaoi, changmin menatap layar Gambar demi gambar dengan serius, banyak posisi yang yg sedang berkecamuk di otak changmin, ada 69, ada doggy style dll. 

"Yuno hyung mau apa engga ya ngelakuin ini sama aku" ujar changmin sambil bayangin yuno yang jrnya diisep sama changmin dengan nikmat, tanpa disadari yuno ada dibelakang changmin yg berpikir jorok soal jr yuno, 

"lagi apa kamu min?" Tanya yuno yg liatin saenginya serius liatin layar laptop
Dgn terburu-bru plus kaget, changmin langsung meminimize layar laptop, tapi tangan changmin di tarik, alhasil changmin ketauan Lagi buka situs yaoi, yuno ngangguk-ngangguk sambil ngomong, 

"kamu mau kaya ginian?"
Watir dimarain hyungnya, yuno langsung close layar Laptop, muka changmin memerah, yuno liatin muka changmin serius sambil smirk evil, tanpa babibu yuno cium changmin dengan ganas.

Changmin yg blm ada persiapan kaget lalu mendorong yuno kebelakang, 

"hyung lagi apa hyung?" Yuno hanya tersenyum, Changmin berdiri dari kursi, lalu berjalan ke arah kasur menjauhi yuno, namun yuno berlari dan memeluk changmin dari belakang, yuno cium Tengkuk changmin dengan ganas, yuno buat kissmarks ditengkuk changmin banyak, changmin yg terjatuh di atas kasur hanya bisa mendesah.

Changmin mendesah pelan, tangan yuno meraba pantat changmin lalu masuk kedalam baju changmin, mengusap punggung changmin lembut 

"Hyung, jangan" ujar changmin yg bingung antara menikmati dan tidak. Namun yuno terus menciumi tengkuk dan meraba punggung changmin mesra.

Lalu tangan yuno masuk kedalam celana changmin dan meremas pantat changmin lembut. 

"Hyung jangan", changmin terus menolak namun dia Tak dapat berbohong kalau ia menikmatinya, dengan sekuat tenaga changmin mendorong yuno dengan punggungnya hingga membuat yuno terpental

Changmin berdiri sambil memandangi yno, dengan muka memerah ia mendekati yuno lalu berkata 

"jangan kissmark tengkukku, kissmark dadaku"

Yuno lagi lagi mengeluarkan smirknya lalu mendekati changmin, kali ini tak ada penolakan. Changmin menikmati permainan yuno, ia pasrah Dengan yuno lakukan, tangan yuno masuk kedalam baju changmin lalu memainkan nipple changmin dengan manja, tgn changmin mmeluk pinggang yuno

Tangan changmin mengelus jr yuno lalu mengusapnya dengan cepat, yuno mengeluarkan tangannya lalu merobek baju changmin paksa, yuno Buat kissmark di dada changmin, lalu isep nipple changmin lembut,
"hyunggghhh" desah changmin, tgn changmin remas rmbut yuno, yuno masih Bersemangat mengisap nipple changmin bergantian, terus menciumi hingga ke perut, changmin kegelian, tgn yno membka sleting yuno lalu Meremas jr sendiri, masih menciumi perut changmin yuno membuka sleting dan meremas jr changmin, 
"hyunghhh..." Lalu yno isep jr changmin Dengan lembut, 

"ahhhahhhahhh, heumph" desah changmin merasa cukup yuno cium mulut changmin, mereka bermain lidah, kaki changmin naik ke Keatas pinggang yuno, dengan sergap tangan yuno menopang paha changmin. Dengan posisi koala (?) Yuno yg masih memakai kemeja Menggendong changmin yg telanjang, mereka berciuman mesra, perang lidah dan bertukar air liur, yuno menyandarkan changmin di atas kasur 

 Lalu membuka kemeja sendiri dengan posisi yg masih berciuman, yuno pula ikut bertelanjang ria.
 Yuno menindih changmin dan terus mencium, Ciumannya turun bertahap, bibir, dagu, leher lalu ke dada, yuno buat kissmark tebal di dada tepat di atas nipple, tgn chngmin mencubit  Nipple yno pelan, keadaan semakin memanas lalu yuno bertanya
" mau aku maskin? " Tanpa pikir panjang changmin mengangguk, changmin mndekati Jr yno lalu mnghisap dengan lembut, 
yuno mendesah, "ahhaaheumphh",
 tgn changmin bermain di twinsball yuno menambah knikmatan yuno, terus  Setalah merasa cukup melepas isapannya lalu memasang posisi 'buru masukin aku', tanpa babibu yuno memasukan jrnya dengan telaten

 Awalnya kepala, changmin mendesah" ahh hyung"

", sakitkah?" Tanya yno,

" anii"  kata changmin, yuno terus memasukan jrnya hingga jrnya tidak Terlihat,

" ahaahh" nikmatnya ujar yuno.

" Digenjot hyung" ucap changmin, yuno menggenjot jrnya berirama terdengar pokpok dari paha dan pantat  Changmin,
 changmin yg merasa nikmat tangannya sambil mengock jrnya sendiri, hyungghhh ennakkhhh, masih berirama yuno menggenjot sambil  Menundukan wajahnya lalu mencium changmin mesra, tangan changmin memeluk dan mengsap punggung yno. Mereka kembali berciuman mesra   

Berperang lidah dan bertukar air liur, hyunghh aku mau keluarrr ujar changmin. Yuno beralih mencium kening, mata dan hidng changmin
"Keluar bareng yah," ujar yuno. Keringat yuno jatuh di wajah changmin, merasa yuno ingin segera menemani changmin ia mempercepat dorongannya
 Pokpok mereka terdengar kencang namun masih berirama yno menggenjot sambil menghisap nipple changmin ganas,

" hyungghhhh, aku mauu sammpp..." Belum selesai berbicara jr changmin mengeluarkan pejuhnya, cairan yang mengenai dada bidang mereka masing masing membuat yno semakin Bersemangat, 

sampai akhirnya yuno mencabut jrnya lalu mengarahkan jrnya kearah wajah changmin, changmin lansung melahap jr panjang yuno

  Tak berapa lama, jr yno mengembang, changmin terus menghisap tanpa putus asa, 

"ahhhaaahhhempph, saengi bentar lagi aku sampaiiihhh, nee " 
Jr changmin mengembang lalu mengeluarkan cairannya dimulut changmin, sedikit cairannya menetes 
keluar dari mulut changmin, dengan jr yg Masih menegang, yno mencium changmin, yuno pun ingin menikmati cairan cintanya di mulut yno. 

Lalu mereka terdiam, saling memandang
Lain kali, kalo mau dateng ke kamer hyung ya " tawar yuno mesra. Changmin yg blushing mengangguk, akhirnya mereka kembali berciuman dengan Jr yg masih menegang, 

lalu tiba tiba mendengar seseorang berteriak, 

"HoMin!" Mereka berdua lngsung melempar pandangan ke arah sumber suara  

 Jaejoong, yoochun, junsu berdiri di ambang pintu menatap kemesraan mereka.
 Changmin terkejut lalu mangambil selimut utk mnutpi tbhnya
Lain kali jangan maen berdua!! Ajak kita-kita juga!! " Ujar yoochun yg iri, yuno tertawa.

 Mereka berdua lupa jika saudara JYJ rutin Berkunjung, dan akhirnya jyj dan homin menghabiskan malam mereka menatap layar laptop changmin yg menampilkan situs yaoi -end-

Taec-Ho

This story from @NUESTBaekho_YI

Category : FF Yaoi - NC
Cast : Taecyon 2PM & Baekho Nu'est


tok tok tok! bunyi ketukan pintu yg membuat baekho terkejut dan dia segera membuka pintu, krak!
baekho terkejut
 Baekho: hyung ternyata kamu
 Taec: hehe blh hyung masuk
 Baekho: blh hyung,
 Taec: kau sendirian dirmh?
 Baekho: iya hyung ayo kita ke kmr ku,, 

sesampai di kamar taec membuka bju'a

 Taec: panas sekali gerah

baekho melongo meliat body taec yg bgus tanpa sadar ho mengelus jrny,  taec mendekati ho.

ho menelan ludah dan seketika taec mengecup bibir ho dngn ganas

 Taec: empphh
 Baekho: *merem*

taec langsung memberikan kissmark di leher ho

 Baekho: aaahh emmmp hyung mmphh 
ho tak tnggal diam tangan'a meremas jr taec yg sudah tegang

 Taec: kau mau itu ya *smirk* taec pun menelanjangi tbuhny
 terlihat lah jr taec yg berdiri tegak 20cm

 Taec: aaahhh ahhh ahhh isep ho isep syg cepetan *sambil ngocok jr*

baekho lngsung melumat abis jr taec hingga ke jembut

 Taec: ahhh empphh terus ho ahhh

 Baekho: emmphh 

taec menelanjangi ho dan mendorong'a ke kasur taec langsung melumat jr ho yg berukuran 17cm 

Baekho: aaargghtt eeehh hyung aahhh

 Baekho: fuck me hyung aaahh
 Taec: *smirk* 

taec lngsung emut twin ball ho membuat ho mengerang dahsyat 
 taec menjilat hole ho dan masuk keluarin 3jari di hole ho

 Baekho: aaargght! hyung sakit aaaaa 
Taec: mian ho *smirk

 taec mengelus jr'a

 Taec: siap? ho?
 Baekho: ne *pasrah*

 taec memasukkan jr'a ke hole ho yg sempit 

Baekho: AAAAAA!! hyung sakit aaaa 
Taec: aaahh hole km sempit aaaah 

taec trs memasukkan jr'a hingga *JLEB*

taec mengatur napas dan mulai memasuk keluarkan jr di hole ho dngn kasar 

Taec: aaahh aaahh hole lu sempit hyung suka aaahh aaahh 

ho yg tadi kesakitan kini mendesah nikmat

 Baekho: aaahh hyung ahh terus aaahh *merem* taec mempercepat gerakan jr'a dan memeluk tbuh ho 
ho pun menggit bahu taec 

Baekho: emmmp hmmm taec terus menggenjot hole ho semakin cepat

 Baekho: aaahh 

Taec: aaahh aaahhh aaahh mau ahhh kelu ahhhhhh aaar taec pun mempercepat genjotan dan memeluk erat ho *croot6x* pejuh pun berhambur hingga keluar dari hole ho

 Taec: aaahh ho Baekho: anget hyung hmmm
taec mengecup bibir ho dan mulai memandang jr ho yg menegang

 Taec: hyung mau itu ...
Baekho: Ne hyung..

taec mengocok jr ho cepat 

Baekho: aaahh aaahh hyung aaahh ahh aaahh
 10 menit kemudian

 ho pun mengeluarkan pejuh'a yg menyembur kebadan taec dan ho Baekho: aaahh hyung taec langsung mengecup bibir ho

Taec: hyung puas malam ini Baekho: ne hyung sama :** 
mereka pun berciuman dan berpelukan mesra jr Taec msh brada di hole ho
END 

Minggu, 04 Maret 2012

Visual Dreams Part. III

Cast :
  •  Kim And His Friend (Special Appereance Debi Yuliani and Funzee)
  • CL, Dara, Key and Alex
  • Shindong
  • 2PM, 2AM, Brown Eyed Girls (Special Appereance Jaebum)

Entah kenapa perasaanku mengatakan ada yang salah dengan penginapan ini. Apa karena pemiliknya yang terlalu ramah? Ata karena letak penginapan ini yang berada di ujung kota? Atau memang perasaanku yang salah?


“Kau merasa aneh, kim?” CL mengagetiku yang terpaku di depan papan pengumuman. Aku memandangi wajahnya.

“Kau juga?” tanyaku dengan memasang wajah heran. Ia mengangguk dan meninggalkan masuk ke dalam.
Aku mencoba menghilang perasaan aneh ini.

“Hey Kim! Ikut gabung sini!” Key mengajakku untuk berkumpul di ruang tengah bersama yang lain. Tersedia banyak hidangan nikmat di tengah meja sana. Hidangan yang tentu saja menarik nafsu makanku yang sempat hilang karena perjalanan yang yang panjang.

“Istriku sangat pintar memasak, semua keluargaku menyukai masakan istriku” Jo Kwon menarik lenganku untuk duduk bersama. Ada sesuatu yang menarik pandanganku, sebuah foto keluarga yang dipajang.

“Itu keluarga kami” Gain menjawab keheranan yang memandangi foto itu.

“Keluarga kalian? Kalian keluarga besar?” CL selalu mewakili pertanyaan yang berada di dalam benakku. Gain dan Jokwon mengangguk bersamaan.

“Silahkan dimakan, lebih enak dimakan saat masih panas” Gain memberi kami piring dengan nasi diatasnya.
Dara, Alex dan Key saling memburu makanan yang tersedia. Aku dan CL saling berpandangan, aku sangat tidak bernafsu untuk melahap makanan yang ada di hadapanku. Aku meminta izin kepada Jo Kwon untuk pergi ke kamar mandi.

Untuk ukuran sebuah penginapan, bangunan ini terlalu panjang dan luas. Sepertinya aku harus menggunakan kereta kuda agar dapat sampai ke kamar mandi. Sebenarnya, kamar-kamar di penginapan ini terbilang sedikit. Hanya ada 15 kamar, dua diantaranya telah aku dan CL pesan lalu sisanya hanya kamar kosong yang tak berpenghuni.

Aku semakin curiga dengan penginapan ini, atau memang penginapan ini hanya memiliki 15 kamar?

Aku terpatung ketika berada di depan pintu kamar mandi, aku terkejut melihat sebuah bayangan hitam yang berlari dan menghilang di sebuah pintu besi yang berada tepat di samping pintu kamar mandi tersebut. Sebuah pintu besi yang terbuka.

Aku mengintip ke dalam pintu besi misterius tersebut, ku lihat banyak peti mati kosong yang terbuka. Peti yang siap untuk dimasuki sebuah tubuh manusia. Aku semakin yakin dengan perasaanku, ada sesuatu yang harus aku ungkap disini.

Untuk apa mereka menyiapkan peti mati disini? Apakah aku dan yang lain menjadi korban pertama mereka? Aku harus memberitahu yang lain, sebelum terlambat.

_***_

“Lalala…” Alex, Dara dan Key bernyanyi dengan suara yang keras, sedangkan CL dan Gain menahan tawa mereka melihat kekonyolan mereka.

Kulihat Jo Kwon memainkan pianonya dan menunjukan lagu yang diciptakannya.

Dodaeche meongcheonghan geonji anim sunjinhan geonji

Aku menarik lengan CL dan mengajaknya keluar dari penginapan untuk berbicara. Sinar bulan yang indah menerpa kami.

“Sejak kapan jadi malem?” CL menggelengkan kepalanya.

“Kita belum satu jam kan ya disini?” CL mengangguk, aku memandangnya.
Jujur saja, wajahnya yang di terpa cahaya bulan sangat menarik.

“CL! Dengarkan aku… perasaanku benar… ada sesuatu dipenginapan ini!” ia terdiam memandang wajahku.

“CL! Pasangan yang ramah itu mau kubur kita hidup hidup!”

“Maksudnya?”

“CL! Makanan itu diracun! Disaat kita lengah, mereka akan memasukan kita kedalam peti mati yang telah di siapkan!” CL memalingkan wajahnya dan membelakangiku.

“Jadi… Kamu udah tau semua?” suaranya terdengar aneh, suara CL yang ceria itu berubah kalem.

“Maaf… Kim” sebuah hantaman mengenai tepat kepalaku. Aku sempat melihat seseorang yang memukulku dengan panci kecilnya. Orang yang kutarik lengannya bukanlah CL, tetapi Gain.

_***_

“Akhirnya…” aku membuka mataku dengan pelan, melihat sekelilingku. Aku mencium aroma tubuhku sendiri.

Aku berada dalam kamarku. Kakak perempuanku berdiri dengan seorang anak kecil yang memandangiku.

“Terima kasih dok…” kakak perempuanku menyalami anak kecil itu dengan riang.

“Ini siapa?” tanyaku, aku menyandarkan diri dibantu oleh kedua orang itu.

“Ini dokter yang bangunin kamu…”

“Anak ini dokter?” aku membelalakan mataku.

“Hey aku berumur 10 tahun!” nyawaku seakan pergi meninggalkan ragaku. Aku hafal dengan kalimat itu, kalimat yang
sering diucapakan sang penyihir kecil—yang sombong—hebat itu.

“Lagian kok ya kamu tiduran di dalem kamar mandi? Kamu kenapa? Jatoh di kamer mandi? Dari tadi darah di kepala kamu ngalir, engga bisa berhenti…” aku tak menghiraukan ocehan kakak perempuanku, aku memandangi anak kecil itu.

“Kamu Alex?” tanyaku dengan sedikit heran.

“Alex siapa? Kamu mimpiin orang yang namanya Alex?” kakak perempuanku menjawab pertanyaanku.

“Mungkin ini efek dari aroma therapi yang aku kasih kak, biarin aja”

“Ya, ya udah kakak tinggalin kamu sama dokternya ya, kakak mau ambil kompresan buat kamu” kakakku meninggalkan ku
dengan anak kecil ini. Ia meringis memandangku.

“Angga? Nama yang keren”

“Kamu Alex?”

“Tenang saja, namaku tak berubah sama sekali”

“Ngapain kamu disini?” anak itu mengeluarkan sebuah jarum suntik yang berisi cairan berwarna lalu menyuntikkannya di lenganku.

“aku hanya menuntaskan tugasku, kau… jangan sampai lupa akan janjimu… maafkan aku kim…” tubuhku memberat, pandanganku kabur. Aku tak sanggup mengggerakan semua anggota tubuhku.

Ku pejamkan mataku, aku ingin membuka mataku dan berteriak. Namun, tubuhku lemas. Seakan-akan aku tak dapat kembali hidup.

_***_

Aku membuka mataku dengan perlahan. Pandanganku sedikit kabur, namun dapat kulihat dengan jelas sekumpulan orang dengan pakaian bangsawan belanda di hadapanku. Beberapa lelaki bertelanjang dada memamerkan tubuh bagian atasnya yang terbentuk, sebagian menggunakan vest panjang.

Dengan balutan pakaian bangsawan belanda berwarna merah dan hitam, para wanita yang kulihat tersebut mendekat dan membantu melepas ikatan di tanganku.

“Maafkan adik kami…” ujarnya dengan senyuman, aku mengenal semua wanita yang melepas ikatanku.

“Jea? Narsha? Miryo?”

“Kau mengenal kami?” Jea mengangkat alisnya dan memandangku, blus hitam merah panjang dengan bagian bawahnya yang menjuntai ke lantai membuat Jea sang dewi terlihat berwibawa dan sangat cantik.

“Jelas ia mengenal kita, kak… kau lupa pernah menunjukan diri saat ia kecil?” Narsha menggunakan sarung tangan panjang berwarna hitam, sangat cocok dengan pakaian bangsawannya yang dominan berwarna merah.

“Kau lupa saat menyihirnya menjadi kodok?” Miryo melengkapi kalimat Narsha. Rambutnya yang ikal panjang menutupi kerah pakaiannya membuat Miryo terlihat lebih seram dari yang aku kenal.

“Untung saja nenek menghilangkan sihirmu kak”

“Iya, jika tidak… mungkin saja seraphim ini tak akan ada disini sekarang”

Tiga laki-laki mendekat memandangiku. Dengan vest hitam panjang dan kemeja berwarna hitam melekat ditubuh mereka, aku mengenal mereka. Seulong, Jinwoon dan Changmin tersenyum menatapku.

“Ya, kita harus berterima kasih pada nenek. Sampai saat ini kita masih bisa merasakan dunia manusia tanpa harus memakannya” kali ini sekumpulan laki-laki yang bertelanjang dada mendekat. 6 laki-laki yang ikut tersenyum.

Aku terdiam memandang mereka, 2PM, 2AM dan Brown Eyed Girls yang ku kenal berubah menjadi sekumpulan orang yang memakan manusia? Apa telingaku mulai kehilangan pendengaran?

 “Kalian vampire?” mereka mengangguk.

“Kau sudah sadar?” Gain dan Jo Kwon mendekat dan meminta maaf padaku.

Aku dibawa mereka keruang tengah, mereka memapahku dan membuatkanku teh hangat.

“Maafkan aku…” Gain menundukan wajahnya, aku tersenyum.

“Tak apa, tenang saja… aku tidak mati”

“Tapi… aku harus lakukan itu padamu…”

“Ya… aku mengerti…”

“Kim, kau benar-benar seraphim?”Jea memandang ku sambil meminum tehnya, aku mengangguk.

“Baiklah… aku langsung saja pada topik” Nickhun memandangku tajam.

“Ada apa ini?”

“Sebelumnya kami meminta maaf… karena kami hanya ingin berbicara padamu, Kim” Taecyon menawariku kue ringan.

“Memangnya ada apa?”

“Kau tau kami harus pergi dari istana kami karena tingkah seseorang… Kau tau Jaebum?” aku menggelengkan kepala.

“Jaebum adalah saudara kami, namun karena tingkahnya yang mengincar kekuatan batu malam menjadikan ia seseorang
yang akan haus kekuatan. Banyak orang di kota menghilang karena dia, dia merubah para penduduk yang tak bersalah itu menjadi vampire” Seulong menjelaskan dari tempatnya yang berdiri di pinggir jendela.

“Lalu?”

“Ia menjadi semakin kuat karena meminum darah manusia yang tak bersalah itu, aku ingin menghentikannya. Kami meminta bantuan kepada ninetails fox namun saudara mereka tertangkap dan kami harus menebus kebodohan kami” aku
mengangguk.

Aku mengerti, sebenarnya Funzee mengirim kami bukan karena tentara merah. Namun karena ulah vampire yang menyandera Taemin—adik kecil Key.

“Bantu kami, Kim… tak ada yang bisa mengalahkannya selain seseorang yang memiliki kekuatan hebat” Junsu menambahkan.

“Kak Jaebum tak pernah seperti ini… aku yakin ia di pengaruhi oleh kekuatan lain” Chansung yang mengunyah pisang ikut berbicara.

“Iya, aku yakin ia dipengaruhi kekuatan yang aneh… kau tau kekuatan sang merah?” Changmin menunjukan wajah herannya, diikuti Junho, Wooyoung, Jinwoon dan Jo Kwon.

“Aku tau… aku tau sangat tau” aku menatap wajah mereka.
Ku jelaskan pada mereka semua yang ku ketahui. Sebenarnya aku tak mengerti apa itu sang merah namun aku yakin ‘kekuatan sang merah’ adalah kekuatan yang berasal dari musuh nenekku. Aku sangat yakin.

“Kau bisa bantu kami?” Miryo bertanya padaku.

“Aku? Aku butuh bantuan kawan-kawanku…”

“Ah, kau butuh bantuan wanita cantik yang sempat aku dandani?” Wooyoung berbicara dengan nada riang.

“Maksudmu orang yang bernama sandara park itu?” Jinwoon mengerenyitkan dahinya.

“Ya diakan yang aku dandani” Wooyoung meringis.

“Tidak, mereka tidak bisa memasuki istana kami. Yang dapat masuk kedalamnya hanya Narsha, Jo Kwon, Gain dan Kau” Jea menjelaskan.

“Kenapa aku?”

“Karena kau seraphim… walaupun Narsha adalah penyihir vampire terhebat selama 500 abad yang lalu… Narsha tetap kalah karena kekuatanmu yang dahsyat” Junho memotong kalimat Jea.

“Apa buktinya?”

“Sekarang kau masih bisa berbicara” Jinwoon menunjukan wajahnya yang tertawa.

“Orang yang dipukul oleh Gain akan divonis mati, karena ia wanita yang memiliki 15000 kekuatan laki-laki. Sedangkan Jo Kwon kebalikan dari Gain, ia memiliki sihir penyembuh yang dapat menyembuhkan 15000 kematian yang disebabkan Gain”
aku mengangguk mendengarkan penjelasan Nickhun.

“Baiklah akan aku bantu…”

_***_

Aku membantu keluarga vampire yang ku temui di penginapan ini. Malam semakin larut, bulan tepat berada di atas kepalaku. Aku menyiapkan diri untuk pergi ke sebuah istana yang kulihat di perjalan sebelum menginap di penginapan ini.
Ku lihat satu bintang yang berkelip di langit, walau aku merasa aneh dengan semua yang ku alami. Namun aku merasa  nyaman karena semua ini.

Jujur saja, aku rindu akan dunia nyataku. Namun, aku harus menyelesaikan sesuatu di dunia mimpi ini. Aku ingat apa yang dikatakan anak kecil yang memiliki rupa seperti Alex, aku harus menyelesaikan tanggung jawabku dan menepati janjiku pada semua orang di dunia ini.

Rasanya aneh aku bertemu dengan para anggota 2PM, 2AM dan Brown Eyed Girls. Mereka adalah idolaku di dunia nyata, sama seperti CL, Minzy, dan Park Bom. Aku khawatir, jika dunia ini akan bercampur dengan dunia nyataku. Ataukah memang sudah tercampur?

Aku merasa jika dunia yang sedang ku alami adalah dunia nyataku, sedangkan dunia nyataku adalah dunia mimpiku. Aku bingung.

Aku ditemani Jo Kwon, Gain, dan Narsha menuju istana besar yang kulihat tadi siang. Suasana yang hening langsung menyerang kami, hawa dingin merasuk ke dalam tulang.

Tak ada pencahayaan di dalam istana ini, hanya cahaya bulan yang menyinari istana ini. Istana yang gelap, dengan kelelawar yang berterbangan kesana kemari. Belum dengan patung naga yang mungkin saja akan bergerak jika kami lengah.

Ku dengar suara desahan berat dari arah belakangku, ku perhatikan sekelilingku. Banyak manusia yang telah berubah menjadi vampire. Tubuh mereka masih lengkap, mungkin hanya mereka tidak memiliki kesadaran.

“Itu korban Jaebum” Jokwon menjawab rasa penasaranku.

“Baiklah kita langsung saja ke tempat Jaebum” Narsha mengajakku kesebuah pintu besar dengan penjaga vampire yang tak bergerak.

“Sebentar, aku ingin membebaskan seseorang disini” ujarku yang mencari sebuah jalan menuju penjara. Aku yakin Taemin dan saudaranya di sandera di istana ini.

Belum aku melangkah, sebuah binatang besar kepala tiga dengan taring panjang dan air liur yang menetes di ujung taringnya mengerang lalu menyerangku.

“KIM!” Gain berteriak melempar sebuah panci ke arahku tepat mengenai salah satu taringnya. Makhluk itu mengerang keras dan menghembuskan napasnya yang menerbangkan Jokwon entah kemana.

Narsha menutup matanya dan mengucapkan sihir waktu, Jokwon yang terlempar kembali berada di tempatnya yang berdiri dan berteriak.

Dark Aura!” Narsha mengucapkan sihir yang memberi kami sebuah perisai sihir. Kaki makhluk tersebut mencoba menyerang perisai ajaib kami.

Gain berdiri disebelahku dan terus menyerang makhluk itu dengan panci favoritnya.

Fira!” aku mengeluarkan bola api dari tongkatku, membuat sedikit bulunya terbakar di bagian pinggir tubuh makhluk tersebut.

“Kim, serahkan padaku” Narsha merentangkan tangannya, dengan matanya yang masih menutup ia mengeluarkan tangan hitam besar dari bawah tanah. Tangan itu menggenggam tubuh makhluk itu.

Jo Kwon mendekat dan menanam sebuah benda di taringnya, ia mengucapkan mantra dan benda di taring makhluk itu meledak.


Aku masih mengeluarkan bola api dari tongkat sihirku, sedangkan Gain dan Jokwon bergabung menyerang dua kepala lain makhluk tersebut.

Narsha mengeluarkan tangan sihir lain. Narsha menggerakan tangannya, lalu tangan sihir tersebut mengikuti gerakan tangan Narsha. Narsha mencakar makhluk tersebut lalu membantingnya.

“Kim, serang dengan kekuatan lain. Setauku ia lemah dengan kekuatan cahaya! Tangan sihirku sebentar lagi akan hilang!” Narsha berteriak di belakangku.

HOLY!” aku berteriak mengarahkan tongkat sihirku ke salah satu kepala makhluk tersebut, salah satu kepala makhluk itu menghilang. Namun, masih saja makhluk itu mengerang dan menyembuhkan kepalanya yang hilang.

Aku panik, kekuatan ku melemah. Gain dan Jo Kwon masih bergabung menyerang makhluk itu. Sedangkan Narsha melepaskan tangan sihirnya dan membuat sihir.

Super Petrified!” aku mengucapkan sebuah mantra yang aku sendiri tak tahu apa kegunaannya. Aku hanya mengucapkan mantra yang ada di dalam benakku. Makhluk tersebut tiba tiba membatu tak bergerak.

“Baiklah sentuhan terakhir!” Narsha berteriak.

“Kegelapan yang berada di istana ini berkumpul, bantu aku mengalahkan mahkluk ini!” tangan sihir narsha membesar. Genggamannya menutupi tubuh cerberus dan mengangkatnya tinggi di atas kepalaku.
Narsha melepasnya lalu makhluk tersebut pecah berkeping-keping.

“Akhirnya…” Jo Kwon menghela napas, ia mengucapkan mantra sihir penyembuh yang menghilangkan luka.

“Lebih baik kita langsung ke tempat Jaebum, aku khawatir jika kau pergi sendiri…” Gain mengajakku. Ku urungkan niatku untuk menyelamatkan Taemin dan saudara-saudaranya.

Aku terus berjalan melewati pintu besar yang ada di hadapanku. Jika saja CL ada di sampingku mungkin akan lebih cepat mengalahkan cerberus tersebut.

Satu demi satu anak tangga ku naiki agar sampai ke tempat yang paling tinggi. Narsha bercerita jika istana ini memiliki sebuah kamar yang bisa dilewati oleh seorang penyihir. Maka dari itu Jea menyarankan Gain, Jokwon dan Narsha menemaniku.

Kami sampai di depan pintu besi yang dijaga oleh sekumpulan makhluk bertulang dengan pedang digenggamannya.

“Itu skull, tenang saja… aku menemanimu, mereka tak  akan menyerang” Gain melangkah kehadapanku dan mengucapkan sebuah perintah dalam bahasa yang sulit dimengerti olehku. Para makhluk tersebut menunduk dan menyembah Gain, memberi jalan lalu membukakan pintu besi tersebut.

“Aku adalah prajurit skull 500 abad yang lalu” Narsha dan Jokwon tertawa, aku hanya terdiam memandang para makhluk tersebut yang menyembah dengan sisa tulang di tubuh mereka.

Aku masuk kedalam ruangan itu, terdengar suara pipa organ yang memekikkan telinga. Nada-nada yang dimainkan organ tersebut terdengar sedih dan memiliki sebuah keegoisan, aku yakin seseorang yang memainkannya sedang dalam kondisi bimbang. Sangat yakin.

“Kau datang juga…” seseorang dengan tubuh kekar dan taring panjang menghentikan permainan pipa organnya, ia berdiri membalikan badan lalu memandang Jokwon.

“Selamat datang… Kwon” ia tersenyum keji memandangku, membuang pandangannya lalu mendekati Gain dan Narsha.

“Ah, reunian keluarga” orang itu menjauh lalu menanggalkan pakaiannya.
Ia memamerkan tubuhnya yang terbentuk, dengan berbagai pecutan disana-sini. Ia hanya menggunakan sebuah celana panjang yang digunakan oleh Jokwon.

“Bummie… hentikan semua ini…” Jokwon mendekatinya, aku paham orang ini adalah orang yang dibicarakan keluarga vampire di penginapan tadi.

“Hentikan apa? Aku tidak melakukan apa-apa” ujarnya, ia terbang mendekati Kwon. Matanya memerah dan mengeluarkan darah dari ujung matanya.

Kulihat darah itu menetes didadanya yang bidang.

“Aku tak bersalah… kau tau itu Kwon”

“Jaebum! Hentikan!” Gain melempar sebuah panci ketika Jaebum menjulurkan tangannya seperti ingin mencekik leher Kwon.

“Ah! Kekuatanmu masih 15000 orang, Gain” ia tersenyum lalu menjauhi kami. Dengan tawanya yang khas dan suaranya yang memekikan telinga, ia melipat tangannya lalu mencakar tubuhnya sendiri.

“Entah kenapa aku merasa marah ketika melihat kalian!” darah yang mengalir sangat banyak membasahi lengannya, darah segar yang menggenang di kakinya.

“Lihat ini! Darah ini mewakili perasaanku yang tak bisa menangis!”

“Bummie… hentikanlah…” Jokwon mendekat, Dari tempatku Narsha mengucapkan mantra lalu melindungi Jokwon dengan
perisai ajaib.

“Kwon… kau tau siapa aku dahulu… tapi entah kenapa seluruh orang membenciku…”

“Bummie, dengarlah… tak ada orang yang membencimu… mereka sayang padamu”

“Jika memang mereka sayang padaku kenapa aku di asingkan seperti ini!” ia menusukan jarinya di tubuhnya, darah segar keluar dari tubuhnya. Darah yang tersebar ke segala arah.

“Aku tak mengerti dengan manusia disini! Aku hanya berkata jika aku bosan menjadi seorang vampire dan ingin menjadi manusia, tapi entah kenapa mereka mengutukku dan mengasingkanku di istana ini… di tempat yang tadinya penuh oleh canda tawa keluargaku, yang penuh dengan gurauan bodohmu, yang penuh dengan kenang indah dan manis…”

“Bummie, kami masih ada disini…”
Narsha berbisik padaku, ia menyuruhku untuk mengucapkan mantra pengganda tubuh dan bersembunyi. Narsha menarik
Gain dan aku, meninggalkan Jokwon yang berdiri berhadapan dengan Jaebum.

“Bummie, aku tau kau siapa… hentikanlah… aku yakin kau dipengaruhi sihir sang merah”

“Sang merah? Kau tau sang merah? Jangan asal bicara kau tentangnya! Kali ini sang merah adalah keluargaku satu-satunya!” ia mendekati kwon lalu menyerangnya, namun serangannya terhalang perisai ajaib Narsha.

“Ah, sihir Narsha…” kulihat dari tempat persembunyian kami, ia belum sadar jika orang yang ada dihadapannya hanyalah penggandaan sihir  yang ucapkan. Kecuali Jokwon yang memang ingin berbicara dengan Jaebum.

“Kwon, hilangkan sihir ini… temani aku yang kesepian…”

“Tidak, aku ingin kau yang meninggalkan tempat ini lalu bergabung dengan keluarga yang lain. Aku yakin kau sanggup menghilang sihir sang merah. Hilang sihir itu lalu kembali pada keluarga yang lain… mereka menunggu mu”

“Menunggu? Menungguku mati? Hah!” ia menyerang gandaan Gain yang terpaku. Ia terkejut karena orang yang diserangnya menghilang.

“Sihir apa ini? Kau bisa menggandakan diri, Kwon?”

“Aku tidak akan menjawabnya jika kau masih ada dalam pengaruh sihir sang merah!”

“Sudah kubilang kau jangan asal bicara tentang sang merah!” kali ini Jaebum benar-benar menyerang jokwon hingga perisai ajaibnya menghilang. Ia melayang sambil mengangkat tubuh jokwon tinggi-tinggi.

Ia menjatuhkan tubuh jokwon dari tempatnya terbang, Jokwon tersenyum dengan tubuh yang luka.

“Aku tak akan marah sedikitpun. Aku ingin menunjukan luka ini padamu… aku ingin tunjukan padamu jika aku benar-benar menginginkan mu kembali…”

“Banyak bicara kau!” jaebum mendarat di hadapan tubuh Kwon yang terkulai, ia menendangnya lalu mencakarnya.

Gain yang memeluk Narsha menangis, ia tak tega melihat suaminya terluka. Emosiku naik, ingin ku tolong Jokwon dan menyelesaikan semua ini dengan cepat.

Narsha menarik tanganku yang hendak menolong Jokwon.

“Apa kau masih dapat berbicara keras padaku? Hah! Apa kau masih dapat berbicara! Dasar bodoh! Sudah kubilang jangan asal membicarakan sang merah!” Ia terus menendang tubuh Jokwon. Jokwon terpental hingga ke sebuah pipa organ yang tadi dimainkan oleh Jaebum.

Tubuh jokwon hampir tertusuk salah satu pipa organ yang ujungnya tajam, pipa organ yang hancur berantakan mengelilingi tubuh jokwon.

“Kau betapa sakitnya aku diasingkan oleh para manusia itu? Yang jelas lebih sakit dari tendanganku! Kau tau sudah berapa abad kalian meninggalkanku? Kau tau? Kau tau itu bodoh!” Jaebum mengangkat tubuh Jokwon melemparnya menjauhi pipa organ yang hancur mendekati pondasi yang menjadi persembunyianku.

Aku mengucapkan mantra tembus pandang, aku menghilangkan Gain dan Narsha agar tak diketahui oleh Jaebum.
Kuhilangkan pula tubuh gandaanku yang hanya mematung memandangi semua perlakuan Jaebum. Sepertinya, ia tak sadar jika tubuh gandaanku telah menghilang.

“Kau tau ucapan para manusia itu? Mereka menganggapku sampah! Mereka menganggapku…”

Super Holy!

Triple Archer!

Curaga!

Jeabum menghentikan perlakuannya pada Kwon dan memandangi orang yang sempat menyerangnya. Kulihat laki-laki dengan dua orang perempuan berdiri lesu menatap Jaebum. Aku yakin laki-laki itu adik Key yang disandera olehnya.

“Hentikan perlakuanmu Vampire bodoh!” laki-laki itu  melindungi dua perempuan yang berdiri di belakangnya.

“Ah, Taeminie… kau hebat dapat keluar dari kurungan sihirku…”

“Jelas aku dapat membebaskannya… karena kurunganmu sudah usang dan berumur 500 abad!” Kulihat Funzee muncul di balik tubuh  kumpulan orang tersebut, ia tersenyum lalu mendekati Jaebum.

“Sedang apa kau disini?” Jaebum mendekati Funzee lalu mendorongnya mendekati Jokwon.

Funzee menekan sebuah tombol di kursi rodanya, ia merubah kursi roda tersebut menjadi sebuah robot besar dengan pedang dan tombak di setiap genggamannya.

“Hentikan semua ini!”Funzee berteriak lalu mengayunkan pedang ke arah Jaebum. Jaebum menahan dengan kedua tangannya lalu tertawa memandangi Funzee.

Ku hilangkan mantra tembus pandang, mendekati Jokwon mengangkatnya ke sekumpulan orang yang terkulai lemah diseberang pandanganku.

“Sayang… kau tega melukai suamimu?” tanya Jeabum melayang mendekati Funzee yang duduk di atas kepala robot—kursi rodanya.


“Suamiku adalah vampire yang berperasaan, bukan sepertimu!” ia menebaskan tombak kearah Jaebum, Jaebum menghindari tebasan itu lalu mendarat dengan pelan.

“Bagaimana jika aku memang vampire yang terlahir tidak berperasaan… apa kau akan tetap meninggalkanku?”

“Setidaknya aku akan berusaha mengubahnya menjadi seseorang yang berperasaan seperti Jaebum yang kunikahi dulu!”

“Rasakan ini!” aku terkejut ketika mendengar teriakan seorang wanita yang melemparkan sebuah tombak dengan mata tombak yang runcing.

Aku memandang ke arah lain dan tersenyum pada orang yang melempar tombak tersebut.

“Debi?”

“Berhentilah memandangku! Sembuhkan mereka dengan cairan ini…” seorang wanita berkacamata, dengan rambut bob menggunakan pakaian seorang pelempar tombak tersenyum padaku. Ia kawanku sejak aku masih bersekolah.
Pemikiranku benar, dunia ini telah tercampur dengan dunia nyataku.

“Jangan lupakan aku…” dengan tubuh besar dan perut yang sedikit maju, ia menjulurkan tangannya.

“Shindong, pembuat potion yang hebat disini” aku menjabatnya, Narsha memberikan potion itu kepada orang-orang yang terkulai.

Kuputuskan untuk membantu Funzee mengalahkan Jaebum.

“Kak, aku disampingmu…” aku berdiri disamping robot Funzee yang sedang menebaskan pedang dan tombaknya.

Time Stop!” ujarku dengan lantang. Semua yang bergerak berhenti seketika kecuali aku dan Jaebum.

“Aku yang akan mengalahkanmu…”

“Benarkah? Apa kau seraphim yang dikatakan sang merah? Sungguh berani kau menantangku”

“Jangan berlagak!” aku mendekatinya lalu memukulkan tongkatku ketubuhnya, ia mengerang ketika aku memukul dadanya.

“Sejak kapan kau tau kelemahanku tepat didada?”

“Aku tak pernah tau hingga sekarang!” ia memebelalakan matanya, mungkin ia merasa tertipu karena seranganku yang mengenai dadanya.

“Baiklah kali ini lebih serius… tak akan kuampuni kau!” ia menyerangku, ia mencakarku lalu mencekikku.
Aku meronta melepaskan diri, lalu ku ucapkan matra pengganda dan membiarkan tubuh gandaanku menyerangnya. Ia kebingungan mencari siapa yang akan diserangnya, tubuhku memenuhi ruangan yang berantakan.

Fira!”

Blizaga!”

Thundaga!”

Slew!”

Super Holy!

Semua tubuh gandaanku mengucapkan mantra penyerang, semua elemen cahaya, air, api, dan petir menyerangnya.
Namun ia masih tetap berdiri dengan tegap. Ia menyerang semua tubuh gandaanku, menyisakan aku yang masih berdiri memandangnya.

Aku tertawa, ku lihat ujung pipa organ yang masih menggantung pada bagian tubuhnya. Aku mencepatkan gerakanku, ia mencoba menyerangku. Namun, serangannya tak pernah mengenaiku. Aku mengambil ujung pipa organ yang menggantung itu lalu mengucapkan mantra pelambat gerakan pada Jaebum.

“Mungkin kau akan menyesal karena telah mencoba menyerangku dengan cakaranmu” ia melempar sebuah batu besar kearahku, aku menghindarinya.

Ia mencoba melempari semua yang ada di hadapannya. Lemparannya tepat mengenai tubuh robot Funzee yang mematung. Aku mengucapkan lagi sebuah mantra pengganda dan membiarkan ia menyerang semua tubuh gandaanku.

“Rasakan ini!” aku muncul dari belakangnya lalu menusuknya tepat dijantung. Ia berteriak, darah segar keluar mengenai wajahku dan menyebar ke segala arah.

Tubuh Jaebum meledak, membuat bangunan tua ini bergoyang. Aku menghela napas dan mengucapkan mantra agar waktu yang berhenti kembali berjalan.

Semua orang yang berada di ruangan ini terkejut lalu memandang semua puing-puing yang mengelilingiku.

Semua orang menyorakiku dan berteriak mendekatiku. Aku tak mendengar jelas apa yang dikatakan mereka, tubuhku lemas. Aku menjatuhkan diri dan menutup mataku.

_***_

Aku tersadar karena tetesan air mengenai mataku.

“Kau sadar Kim?” CL tersenyum, aku memandang sekelilingku. Ruangan ini bukan kamarku, di temboknya terpajang foto keluargaku.

Aku merasa asing dengan tempat ini, mungkinkah ini ruangan istana yang di tempati oleh Jaebum?

“Kau hebat…” CL meninggalkanku yang kebingungan.

Aku bangkit dari kasur lalu berdiri di sebuah balkon memandang jauh kearah padang rumput yang luas.

Apa yang baru kualami hanya sebuah mimpi?

Kurasakan perih dan linu di lenganku, aku menyentuh lenganku dan melihat sebuah cakaran. Yang baru kualami bukanlah mimpi, ini kenyataan.

Semua yang kulakukan disini adalah kenyataan, semua yang terjadi disini pula adalah kenyataan. Aku yakin—sangat yakin—dunia nyataku adalah dunia ini.

Kupandangi sinar mentari yang menyilaukan, dari tempatku berdiri kulihat sebuah danau yang memantulkan sinar matahari yang indah.

Pagi baru datang menyambutku yang percaya jika dunia mimpi ini adalah dunia nyataku.

Note :
Fire, Holy, Super Holy, Blizzaga, Thundaga, Slew : a basic spell on a (every) fantasy games
Dark Aura : a shield which contain a dark element
Slew : a slow motion spell, more effective than slow
Triple Archer : an attack with 3 arrow in 1 shoot.
Curaga, Super Petrified : a giga spell on a (every) fantasy games.