Senin, 01 Oktober 2012

Hurricane Love (YaoiRps Ver)



Cast : Thunder (Cheondung), G.O, Seungho of MBLAQ
Part. II

-Hurricane Love (part. 2)- 

Keringat mengalir deras di kedua tubuh atletis namja tampan yang kini duduk di atas batu karang. Mereka
bertemu dengan kedua anggota EXO dan menyapanya, namun kini Thunder dan Seungho sedang menikmati pemandangan langka di hadapan mereka.

Dua anggota 'panas' EXO bercinta di pantai dengan telanjang bulat. Thunder dan Seungho memandangi mereka dari kejauhan, sepertinya Tao dan Kris tak sadar percintaan mereka di saksikan oleh dua insan tampan di atas batu karang yang berdekatan. Sedikit menelan ludah
Thunder mengalihkan pandangannya ke arah Seungho, sang leader tampan sedang mengapit selangkangannya. 

Thunder tersenyum lalu menyenggol pundak seungho dengan lengannya, 

"Hyung, kau tegang ya?" dengan muka yang sedikit memerah Seungho mengangguk dan membenarkan posisi jrnya.

"Entah kenapa, aku menjadi sangat bernafsu" jawab Seungho yang gelisah karena sang jr tertahan di dalam celana pantainya. 

"Choondung, kau ingin mencoba seperti mereka?" mata Thunder terbuka lebar mendengar ajakan sang leader, belum sempat menjawab Seungho menarik kepala Thunder dan mencium bibirnya, hangatnya matahari disiang itu membuat nafsu sang leader terbakar dan bersemangat. Suasana sepi pantai saat
itu mendukung mereka melakukan apapun sama seperti Tao dan Kris lakukan. Thunder menarik bibirnya dan memandang lekat wajah sang leader dengan rasa tak percaya, Seungho tersenyum nakal menggoda Thunder. 

Sengatan panas dari batu karang yang mereka duduki membuat nafsu ikut terbakar, sayangnya, Thunder malu melakukan itu di pantai. ia turun dari batu karang dan meninggalkan Seungho yang masih mengapit kedua pahanya menyembunyikan jr yang telah menegang. Thunder hampir terpeleset di tengah batu karang karena terkejut mendengar erangan nikmat Tao, dengan hati-hati Thunder turun dari batu karang dan meninggalkan Seungho. 

-Mblaq Dorm- 

Thunder sampai didorm dengan perasaan yang kesal, mengapa sang leader begitu kekanak-kanakan mengajaknya melakukan hal yang tadi mereka lihat. Walaupun saat itu Thunderpun ingin
mencoba hal baru yang tadi dilihatnya. Ia mengistirahatkan diri didalam kamar sambil berusaha menghilangkan bayangan yang selalu melintas dalam otaknya, bayangan dimana ia menjilat nipple dan bercinta dengan membernya. 

G.O yang menyadari kepulangan Thunder menghampiri dengan senyum merekah. 
"Ya! darimana kau!" ujar G.O yang langsung mengerjai Thunder dengan kelitikan, 

"Hentikanlah G.O" Thunder tertawa dan menjauhkan tangan G.O yang mengelitikinya, namun bagi Thunder perlakuan G.O sama seperti meraba. 
Thunder yang sedari tadi membayangkan adegan panas dalam otaknya, membuat tubuhnya semakin memanas dan menimbulkan cetakan jelas di celananya. Tangan G.O yang mengelitiki
tubuh Thunder tak sengaja menyentuh sebuah gundukan tebal di selangkangan Thunder, G.O terkejut dan mengerinyatkan dahinya.

"Wah, kau menegang, apa yang kau lakukan dengan seungho di pantai tadi?" muka Thunder memanas karena malu dan menutupi kakinya dengan selimut, 

"Ah, tidak, kita hanya berkeliling pantai" kelak Thunder. G.O yang menyadari Thunder menegang memasang wajah menggoda di hadapan wajah Thunder lalu ia keluar dari kamar meninggalkan Thunder, Thunder menarik nafas lega. Ia memasukan tangannya kedalam celana menggenggam lembut jrnya, masih dengan kaki yang terselimuti ia membenarkan posisi tidurnya. Ia mengecek lubang kecing yang telah mengeluarkan cairan bening.

"Sial, aku keluar" ujar Thunder, Thunder bangkit dari kasurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi berniat mencuci jr yang lubangnya telah menempel lekat dengan celana dalam, Thunder kembali terkejut melihat seseorang sedang berdiri menghadap shower sambil memainkan jr, G.O yang saat itupula terangsang karena menyentuh gundukan tebal Thunder tak sadar akan kehadiran Thunder, ia merancap terus jrnya
tanpa memperdulikan apapun, dengan sedikit desahan G.O memaju mundurkan tangannya, tangan satunya bermain di dada dan nipple yang tegang.

Tak ayal lagi, jr Thunder semakin meronta dan membuat celananya semakin sempit. Ia memperhatikan G.O yang asyik bermain dengan dirinya, ia baru menyadari tubuh G.O terbentuk sempurna, tak terlihat ketika ia meggunakan kaos. Dipandanginya nipple tegang G.O dan jr panjang milik G.O, pemandangan langka baginya. 

Tanpa disadari tangan Thunder mengusap jrnya sendiri yang sudah sangat tegang. Dibuka kaus yang
menempel dan ditaruhnya dekat kakinya. Bukan hanya G.O yang merancap dirinya sendiri namun Thunderpun ikut teralir oleh suasana musim panas di dormnya membuat suhu segala ruangan ikut panas, termasuk kamar mandi utama. Pikiran Thunder kini benar-benar meninggalkan
tempatnya, ia berdiri membelakangi pintu masuk. Namun tak disadari telah ada seseorang yang berdiri menyaksikan tingkah Thunder. 

Lalu orang itu memeluk tubuh thunder yang bertelanjang dada dan membantu thunder memainkan nipplenya, thunder yang reflek merebahkan punggung didada orang itu, dengan desahan pelan tangan Thunder menghentikan aktifitasnya dan membiarkan tangan orang misterius tersebut bermain di
nipple yang telah menegang, tak hanya nipple yang dimainkan, tangan misterius itu kini telah menerobos masuk kedalam celana pantai dan
merogoh batangan jr Thunder.

Thunder mengerang pelan. Sambil memejamkan mata ia terus merebah pada dada bidang yang menempel pada punggungnya sendiri, dapat dirasakan Thunder nipple orang itupun ikut menegang. Ia meregangkan kakinya agar sang tangan misterius dapat terus bermain mesra di dalam celananya, seperti paham akan tingkah Thunder, orang itu menurunkan celana Thunder dan membiarkan jr Thunder
mencuat keluar dengan posisi tegang sempurna dan basah pada ujungnya, dibuat kissmark oleh orang itu pada leher Thunder dan itu membuat jr Thunder semakin mengeluarkan cairan beningnya. 

Desahan panjang dan keras menyadarkan G.O yang asyik bermain sendiri. G.O mendekati
kedua orang tersebut dan memandang mereka lekat lekat. kedua orang itu sama sama memejamkan mata dan saling menikmati permainan mereka G.O yang memang sudah terangsang karena menyentuh gundukan Thunder, berlutut dan memainkan jr Thunder nakal, bukan hanya jrnya yang
dimainkan, twinsball Thunderpun tak luput dari permainan. 

Thunder terkejut ketika jrnya terasa hangat. Ia membuka mata dan berdiri tegak untuk melihat seseorang yang sedang mempermainkan tubuhnya. kini terlihatlah G.O yang sudah mengulum jr thunder dan seungho yang telah bertelanjang bulat dibelakangnya. 
Maksud hati Thunder menghentikan kegiatan G.O namun yang keluar dari mulutnya hanya erangan nikmat.

"Aheumps, ashh aeuh" berulang-ulang Thunder mendesah membuat Seungho yang menyaksikannya semakin bernafsu. 

"Harum tubuhmu wangi Cheondung saat aku membuat kissmark pada lehermu" ujar Seungho sembari menatapnya dalam. G.O yang sedikit puas mengulum jr Thunder berdiri dan menarik mereka berdua ke bawah shower yang masih mengalirkan air dingin segar. Tanpa basa basi, Seungho melumat bibir Thunder dan menggigit lembut dengan memeluk tubuhnya. Jr Seungho dan Thunder saling menempel. sedangkan G.O bergantian mengulum twinsball Seungho dan Tthunder. Cipratan air membuat mereka semakin panas, Seungho mengangkat paha Thunder dan melingkarkan di pinggangnya. 

Mencuatlah jr Seungho yang telah diincar G.O, ia langsung mengulum kuat jr Seungho dan memainkan lubang kencingnya. Seungho yg menerima perlakuan tersebut menggelinjang, nafasnya memburu mengenai wajah Thunder. Sedangkan thunder menikmati ciuman ganas Seungho yang menggigit bibirnya menggantungkan kaki dan berposisi seperti koala. Ketika G.O melepas kulumannya dan mengambil sesuatu untuk jrnya, Seungho memepetkan diri sendiri, ia menukar posisi lalu membiarkan lubang Thunder terekspos di bawah cipratan air shower, Seungho mengusapkan sabun hingga menutupi seluruh batang jr G.O, G.O memasukan seluruh jrnya kedalam lubang Thunder yang membuat Thunder melepas ciumannya dan berteriak
Seungho yang memanfaatkan kesempatan itu langsung menciumi leher dan menjilati telinga Thunder.

"Hyunghh, hyungh" teriak Thunder sedikit mendesah, jr G.O telah masuk kedalam lubang Thunder sepenuhnya, dibiarkannya lubang tersebut menjepit batangan G.O dan menyesuaikan
diri, lalu G.O mendekatkan diri agar punggung Thunder dan nipple tegang G.O bergesekan, sedangkan Seungho yang masih menciumi leher kegelian karena ujung kepala jrnya bertabrakan dengan twinsball G.O. Thunder yang kesakitan kini meronta untuk menyelesaikan permainan ini dengan cepat 

"Hyungsh, cepats, akush takh tahans lagishhh" menuruti kemauan thunder G.O menadah pantat Thunder dan menaik-turunkan tubuhnya, Thunder menengokan wajahnya lalu mencium bibir G.O, tangan Thunder tak tinggal diam nipple Seungho menjadi korban cubitan nakal Thunder di kanan dan kirinya, sedangkan Seungho mengamati dengan tersenyum tingkah kedua membernya. Tak ingin ketinggalan permainan
Seungho mengocok jr Thunder yang sudah sangat licin karena cairan di ujung kepala jrnya. Dimainkannya dengan telunjuk kadang digenggam dengan keras. Bosan dengan posisi koala, Seungho dan G.O bekerja sama mengangkat tubuh Thunder dan berganti posisi. Thunder masih tetap diatas jr G.O dan G.O merebah di bath tub, sedangkan seungho menghisap jr thunder nakal. 

Aksi Seungho tak berhenti hanya sampai situ, ia menarik narik dan mencubit keras nipple Thunder. Dan kini Thunder dipaksanya menghisap jr Seungho. Tanpa pikir panjang Thunder menerima jr itu dengan senang hati. Hisapannya mengikuti tusukan jr G.O yg berirama dalam lubangnya. Air shower yang masih setia menjadi saksi bisu membuat suasana sejuk namun erotis. Tubuh mereka basah bersamaan, erangan G.O yang nikmat membuat seungho ikut mengerang, seperti bersahutan mereka terus mengeluarkan desahan erotis-erotis mereka.

"Auehus, ah, ashhs" sembari mengocok jrnya sendiri, Thunder merasa ia akan sampai pada puncaknya. Namun ia tak berbicara karena masih menikmati mengulum jr Seungho, kliamakspun akan dicapai Seungho. Ia memajukan jrnya hingga Thunder kewalahan karena tenggorokannya ditusuk jr Seungho. Tak berapa lama, pertahanan Seungho melemah dan mengeluarkan cairan hangatnya dalam tenggorokan Thunder 

"Aargh!!!" erang Seungho yg disusul oleh G.O yg memuntahkannya dalam perut Thunder hingga meleleh dari lubangnya mengaliri batang G.O sedangkan Thunder yang masih kuat mengeluarkan cairan  ke segala arah, mengenai dadanya dan dada Seungho. Mereka mengerang bersama-sama dan melepaskan diri dari pergumulan nikmat, masih dibawah siramain air shower. 

Thunder, G.O dan Seungho mandi bersama-sama mencoba menghilankan suasana panas dalam
Tubuh mereka masing-masing. Musim panas tahun ini sangat berkenang bagi EXO Tao, Kris dan MBLAQ G.O, Thunder dan Seungho

-End of Hurricane Love-


Hurricane Love (YaoiRps Ver)

Cast : Tao and Kris of EXO
Part. I


Musim panas tiba, dan itu tandanya pameran abs dipantai akan segera dibuka yang artinya pemandangan abs segar diperlihatkan secara gratis bagi mereka yg memiliki, begitupula dengan kedua insan tampan yg memiliki tubuh indah.

Tao dan Kris berencana menghabiskan hari ini bersama di pantai hanya menggunakan celana renang mini yg baru dibelinya, mereka mengajak anggota EXO lainnya namun ditolak karena member lain memiliki waktu masing masing. 

Sesampainya dipantai, mereka tersuguhkan pemandangan indah, bukan hanya dada para wanita wanita cantik, namun dada pria pria tampanpun tersaji disana. Tao-Kris mengedarkan pandangannya kesegala arah, mencari tempat yg cocok untuk disinggahi, setelah kesana kemari mereka melihat dua senior yg memiliki bentuk tubuh indah, Thunder dan Seungho.
 
Mereka saling menyapa dan menundukan tubuh. Tao-Kris memilih tempat yg jauh dari keramaian, mereka menemukan sebuah tempat yg dikelilingi batu pantai yg kokoh, 

"Tao, disini aja" ucap kris sembari menggelar kain pantai yg telah dipersiapkan. 

Tao mengangguk mengikuti keinginan Kris. Setelah bersiap-siap, Tao terkejut dengan Kris yg membuka baju dihadapannya. 

"Kris!" Ujar tao setengah berteriak. 

"Wae? Disini sepi lagi pula ini pantai Tao" ujar Kris santai Tao membuang mukanya namun sesekali melirik ke arah tubuh Kris yg sudah terbentuk rapih sama sepertinya, ia perhatikan dada bidang kris dan nipple yg mencuat tegang di sisi kanan dan kirinya, jr Tao hampir dibuat tegan hanya karena memandangnya, belum dengan ketiak Kris yg membuat Tao semakin bernafsu. 

Sadar akan diperhatikan Tao, Kris mendekati Tao dan menarik baju Tao, sedikit meronta Tao menolak perlakuan Kris yg memaksa. 

"Ya! Kris! Eiy!" Kris tertawa melihat Tao bertingkah seperti itu

"Buka dong, ngapain kepantai kalo pake baju?" Kris menggoda Tao, dengan senyum sinis ia memandangi wajah Tao dan berharap terpancing akan godaan Kris, sedikit terpaksa Tao membuka bajunya 
Terlihatlah dua buah nipple yang menegang dan bentuk tubuh atletis, lalu dengan sengaja kedua tangan kris mencubit nakal kedua nipple Tao, dengan senyum melebar Kris mainkan kedua nipple Tao lembut. 

"Kris!" Protes tao setelah membuka bajunya.
"Ya! Tanganmu jahil sekali!" Kris melepaskan tangannya dan berlari ke air laut yg memang sudah jadi tujuannya. 

Dikejauhan Kris mengejek Tao, ia menurunkan kelopak bawah mata kirinya sambil menjulurkan lidah dan berteriak 

"Nipple tao tegang!" Taopun terpancing dan mengejar Kris, Kris yang terkejut menghindar dan berenang kedalam air laut. Tao kesal dengan tingkah Kris, ia memutuskan untuk kembali duduk, sedikit kesal karena Tao mengacuhkan ejekan Kris.

Kris kembali berteriak "Panda takut berenang ya? Panda ko takut air" Tao terus diejek Kris, namun Tao tak menghiraukan ejekan Kris, ia merebahkan diri dan berjemur dibawah matahari dengan nipple tegang dan jr
yang setengah berdiri.

"Panda! Kejar aku jika kau bisa!" Teriak Kris sembari berenang kesana kemari. Tao memejamkan mata dan berharap Kris mendekatinya dan membalas dendam, namun tak disangka saat Tao memejamkan mata terbayang nipple Kris yg menegang tadi, Tao membayangkan nipple Kris yang telah menegang, bukan hanya Nipple namun jr Kris terbayang pula olehnya. 

Seberapa panjangkah jr Kris ketika menegang pikir Tao, dan imajinasinya membuat jr Tao terbangun membuat celana dipakainya menyempit. Ia membenarkan posisi celananya dan bangkit untuk duduk agar Kris tak mengetahui kemaluannya menegang. Tao menikmati Kris yg bermain asik dengan air laut, ia melihat Kris keluar dari air laut sembari memainkan rambutnya, belum dengan usapan tangan kris yang menari didada membuat jrnya semakin meronta keluar.

Tao membuang muka, dan berharap Kris menghentikan permainannya. sesekali mengintip Kris, Taopun ikut tenggelam dalam imajinasi fantasi liar, ia tak sadar jika Kris telah berada disampingnya. Tao terkejut, diperhatikannya aliran air laut yg melewati dadanya lalu turun ke perut dan menghilang di celana pendeknya, ia membelalakan mata karena jr Kris tegang sempurna membentuk sebuah tonjolan besar dengan
cetakan kepala jr Kris jelas. 

Sadar diperhatikan Tao, Kris tersenyum. 

"Aku memang tidak memakai celana dalam" ujar Kris percaya diri.

Seperti tau akan isi pikiran Tao, Kris menawari Tao untuk memegang jr yg masih terbungkus. Kris menuntun tangan Tao mengusap lembut jrnya. Tanpa menolak, Tao mengusap bahkan menggenggam jr Kris. Sedikit ragu Kris akan menolak, Tao hanya bermain sebentar lalu membuang muka dan berdiri menjauhi Kris, Kris menarik tangan Tao membuat ia terjatuh di atas tubuh Kris. 

"Tao mau ini?" tanya Kris yg tertindih, jr Kris berdiri tegak melewati celah paha tao, ditatapnya dalam mata Tao, Kris memeluk Tao dengan posisi tertindih. 

Tao yg saat itu sudah terangsang, memejamkan mata dan menikmati permainan tangan Kris, Kris yg senang melihat wajah Tao menciumi dagu Tao lembut lalu naik ke bibir Tao, tanpa perlawanan Tao masih memejamkan mata dan semakin menindih tubuh Kris. 

Dihisapnya lembut bibir Tao, lalu digigitnya pelan tangan Tao tak tinggal diam, tangannya masuk kedalam celana Kris dan meraba paha Kris begitupun tangan Kris yang masuk kedalam celana Tao
meremas nakal pantat Tao, Tao mengerang membuat Kris semakin bernafsu dan mencoba menerobos mulut Tao dengan lidah.

Dimainkannya menjilati langit mulut Tao dan bertukar air liur, sengatan matahari tak dipedulikan mereka. Asik bergumul di atas kain pantai, Kris mengangkat tubuh Tao lalu menindihnya, tangan Tao tak tinggal diam. 

Ditariknya dari paha lalu memainkan nipple Kris nakal seperti keinginannya membalas dendam, masih menindih tubuh Tao, jilatan Tao menari ditelinga dan turun keleher, disapunya pelan tanpa ampun.

Tangan Kris melepas kolor dan celana dalam Tao untuk memanjakan jr Tao yg telah basah, dimainkan lubang kencing Tao oleh Kris dan dikocok pelan kemaluan Tao, setelah membuat kissmark dileher Tao puas, Kris menyapu nipple Tao dan menghisap sesekali digigitnya nipple Tao.

Tao mendesah kencang membuat Kris semakin ingin bercinta dengan Tao, Kris memandangi jr Tao lalu dimainkannya twinsball Tao kadang ditusuknya lubang Tao dengan jari, Tao mengangkat pantatnya dan mengerang.

"Ah kriss" ucap Tao nikmat. 

Tao menutup matanya menikmati permainan Kris, dihisapnya jr Tao, membuat Tao menggelinjang dan mendesah empuk.

"Aashh krisshh" masih menghisap, dua jari Kris kini bermain di dalam lubang Tao, ditekannya urat lubang Tao dan dimaju-mundurkan jari Kris. Hangatnya kuluman Kris, Tao merasa ingin mengeluarkan cairannya.

"Krish, akuh inginsh ke...luarsh" ricauan Tao diacuhkan Kris, Kris semakin bersemangat dengan isapannya, ditekannya otot bibir Kris dan dimainkan oleh ujung lidah lubang kencing Tao, seakan terbang ke surga Tao meremas rambut Tao kencang dan menaik-turunkan kepala Kris mengikuti irama hisapan Kris.

"Krisshhh, akuushhh, samppaiihh" jr Tao menmpahkan isinya dalam mulut Kris, Kris menelan semua namun
ia meyisakan sedikit cairan Tao didalam mulutnya, Kris kembali mencium mulut Tao dan membagi cairan nikmat Tao. Sudah tak tahan ingin menembus lubang Tao, tangan Kris membuka celananya sendiri dan menyisipkan jr Kris diantara perutnya dan perut Tao. 

Sensasi luar biasa dirasakan Tao, gesekan antara jr Kris dan perut Tao membuat jr Kris sedikit mengeluarkan cairan bening. Kain pantai yg menjadi alas mereka berantakan dan tak sedikit pasir pantai menempel pada tubuh seksi mereka, belum dengan keringat mengalir dari pori-pori masing-masing.

Membuat percintaan mereka semakin nikmat ditengah siang hari. Dirasa cukup, Kris melakukan penetrasi dilubang Tao. Ujung jr Tao mencoba menjelajahi lubang Tao, erangan Tao mengeras mengisi daerah kosong yg disinggahi mereka.

"Krishh, jgansshh siksssaaaahh akushh mohon tao" memejamkan mata, menuruti keinginan Tao, Kris berusaha memasukan jrnya kedalam lubang Tao. Usaha Tao berhasil, dan lagi teriakan Tao mengeras, tanpa khawatir sedikitpun Kris membiarkan erangan Tao. Erangan Tao mengikuti irama Kris yg menggenjotnya, Kris memandang wajah Tao yg kesakitan, dengan senyum sinis, ia mempercepat gerakan jrnya menghajar lubang Tao. 

Terus digenjotnya, ditariknya kaki Tao lalu dilingkarkan pada pinggangnya, kris menurunkan tubuhnya lalu menciumi wajah Tao ganas, digigit pipi Tao lalu dijilatnya lubang telinga Tao. Sensasi gigitan dan jilatan Kris membuat jr Tao menegang tangan Tao yang tadi tidak berperan kini menggenggam kepala Kris dan membenarkan posisi kepala Kris agar ciuman mereka konstan, kris mempercepat genjotannya, ciuman mereka semakin ganas, lidah Tao digigit Kris kadang dihisapnya kuat-kuat sampai akhir jr mereka berdua sama sama mengembang. Kris melepas ciuman Tao dan kembali pada posisi berlutut menggenjot lubang Tao.

"Krissh, akuusshh mauhh keluarss lagsisshh" racau Tao. Kris hanya diam terus menggenjot, sampai akhirnya jr Tao memuntahkan kembali cairannya, cairannya kali ini mengenai wajah Kris dan dadanya sendiri, merasa nikmat karena jepitan lubang Tao, Kris merasa jrnya tak mampu menahan lagi, ditariknya keluar dan dikocoknya diatas dada Tao, tak berapa lama jr Kris mengeluarkan cairannya mengenai wajah Tao erangan Kris membahana membuat burung pantai yg beristirahat di atas batu karang terbang ketakutan. 

Kris dan tao saling pandang, mereka tersenyum. Kris mengerlingkan matanya, membangunkan Tao dan mengajaknya berenang dipantai tanpa sehelai baju. 

(Part 1 end)

Hun-Han on History


 This Story From @jungjinwoonRP

Cast : Sehun and Luhan EXO

-HunHan-

Setelah acara SMTown yang sukses tanpa hambatan di indonesia kemarin, semua SMArtist merasa gembira campur lelah, bukan hanya adrenalin yang dirasakan SMArtist namun kebahagiaanpun dirasakan, semua SMArtist membicarakan euphoria SMTown Indonesia dibandara bahkan Kangta membicarakan gadis-gadis Iindonesia yang cantik dan remaja-remaja pria yg tampan, begitupun Luhan yang membicarakan remaja laki-laki yg sempat dilihatnya di dekat panggung. 

Sehun yg mendengarkan ucapan-ucapan Luhan merasa sedikit cemburu karena Sehun terus membicarakan remaja laki-laki bersama anggota EXO lainnya, merasa panas telinga, Sehun mendiami Luhan selama dibandara. Sehun merasa jika Luhan terlalu melebih-lebihkan pandangannya, bukan Sehun benci akan pandangan Luhan, hanya saja Ssehun ingin Luhan sadar jika Luhan milik Sehun, bukan milik remaja laki-laki yg dipujinya. 

Ditengah perbincangan Luhan sadar Sehun mendiaminya namun ia membiarkan Sehun yg seperti itu, lucu rasanya melihat Sehun cemburu seperti sekarang pikir Luhan. Setelah semua SMArtist masuk kedalam pesawat, Luhan memilih kursi disamping Sehun. 

Luhan memulai pembicaraan, "Sehun, waegurae?" Sehun pura-pura tak mendengarnya, Sehun mengalihkan pandangannya ke arah lain, Luhan tertawa kecil, melihat tingkah Sehun yg cemburu. 

"Ah, kau kelelahan" sambung Luhan dengan senyum.

"Kau ingin minum?" tawar Luhan, Sehun tak mendengarnya, terus memperhatikan Sehun, tangan Luhan menggelitiki Sehun. Reflek sehun tertawa lalu memandang Luhan seperti ingin membalas dendam, tangan Sehun pun bermain dipinggang Luhan. Mereka saling tertawa, hingga ditegur oleh D.O yang melihat mereka bermain.


"Tolong jangan ribut!" Tegur D.O yg menahan tawa, akhirnya mereka terdiam.

Sehunpun membuka mulutnya. "Aku cemburu kau terlalu memuji laki-laki indonesia, kamu milikku! Bukan mereka" setengah cemberut Sehun memandang wajah Luhan, sedangkan Luhan tersenyum mendengar ucapan Sehun, dipandangnya lekat wajah Luhan oleh Sehun, ia yakin Luhan mendapati warna merah jambu di wajah Sehun karena malu. 

"Kau jujur sekali" Sembari memegangi wajah Sehun, Luhan mencium pipi Sehun. 

"Aku tau kau cemburu, jadi aku sengaja melakukan itu, hanya saja tak terpikirkan olehku seperti ini" ditatapnya mata Sehun lekat, Sehun yg sekarang merasa sangat malu membuang kembali pandangannya ke arah lain.
 
Pesawat pun take off menuju ke Bandara Incheon, seluruh SMAartist berpisah kembali ke masing-masing dormnya, terkecuali HunHan.

Sehun mengajak Luhan berjalan-jalan mengitari taman kota dipagi hari, walau sebenarnya Luhan lelah namun ia menuruti kemauan Sehun. Digandengnya tangan Luhan dan digenggamnya erat, mereka berjalan berkeliling sembari berpegangan erat.

"Ah sehun..." Luhan sedikit malu namun senang diperlakukan seperti itu.

"Kau ingin mengajakku kemana?" Sehun terus menggandeng tangan luhan tanpa berbicara sepatah katapun.

Sesampainya di taman, Sehun mencari sebuah tempat duduk dan ia menemukan kursi panjang dibawah sinar lampu terang yg menghadap jalan diajaknya Luhan duduk berdampingan di kursi panjang itu, dengan masih bergenggaman tangan Sehun bertanya "apa kau benar-benar menyukai wajah remaja laki laki indonesia?" 

Luhan menidurkan kepalanya dipundak Sehun, "Aku memang suka, tak lebih. Kau terlalu cemburu sehun-a" 

"Jelas, kau terlalu memuja mereka" dengan nada sedikit naik Sehun melanjutkan pembicaraan, Luhan menaikan kepalanya lalu memandang Sehun. 

"Seperti katamu, aku milikmu" sehun tertawa mendengar kalimatnya sendiri yg diucapkan luhan. Suasana dinihari di taman membuat mereka semakin merasa betah dan nyaman duduk ditaman, sehun terus memandangi wajah Luhan. 

Pagi itu, keadaan taman belum ramai pengunjung, Sehun memberanikan diri mencium bibir Luhan lembut, dibawah sinar bulan mereka berciuman mesra. Tangan Sehun memeluk pinggang Luhan, dan Luhan

melingkarkan tangan dileher Sehun, diacak-acak rambut Sehun dan kadang diremas pelan oleh Luhan.

Sehun mendapat perlakuan itu melepaskan ciumannya, ia berdiri lalu mengajak Luhan berdiri dibawah pohon rindang lalu melanjutkan kembali adegan romantis mereka, sambil berciuman Luhan mengusap jr Sehun, sedangkan Sehun bermain nakal didalam baju Luhan, mereka saling memuaskan sampai akhirnya Sehun mendorong tubuh Luhan ke batang pohon, dilepas paksanya celana Luhan, dimainkan jr Luhan nakal. Tak berapa lama jr Luhanpun tegak sempurna, Sehun yg sadar melepaskan ciumannya lalu melahap jr Luhan nafsu, Luhan mengerang sembari memanggil nama Sehun.

"Sehunsa, ahsh, ashheumphh" Sehun semakin terangsang memainkan twinsball Luhan, Luhan meremas rambut Sehun dan memaju-mundurkan kepala Sehun. Kelojotan dengan perlakuan Sehun, Luhan mendorong tubuh Sehun lalu menciumi dengan ganas wajah Sehun, dibukanya paksa baju Sehun dan dimainkannya nipple Sehun dengan nakal.
 
Disapu oleh Luhan dada dan perut Sehun, sampai akhirnya ia melihat gundukan di bawah pusar Sehun. Tanpa basa basi dibuka celana Sehun dikulumnya jr Sehun ganas, dimainkannya dengan nakal lubang kencing Sehun lalu dikocoknya kasar. Sehun berteriak kencang, dipermainkan seperti itu, Sehun menarik jrnya lalu menyerbu Luhan menggigit ganas leher Luhan, membuat kissmarks lalu mencubit nipple Luhan kencang tanpa persetujuan Luhan, tangan sehun merogoh dan merobek lubang pantat Luhan. Luhan meremas kencang rambut sehun dan berteriak.

Jari tengah yg dimaju-mundurkan Sehun membuat jr Luhan mengembang, Sehun yg masih menggigit nipple tak sadar jr Luhan sebentar lagi akan mengeluarkan cairan, terus digigitnya dengan kencang kedua nipple Luhan hingga Luhan benar benar tak sanggup menahan orgasme yg akan dicapainya.


Tak berapa lama, cairan Luhan keluar mengenai wajah Sehun, Luhan melepaskan diri lalu kembali mendorong Sehun hingga tertidur, dijilatinya cairan cinta Luhan diwajah Sehun, setelah habis semua, Luhan mengumpulkan dalam mulutnya dan membaginya dengan Sehun. Pertahanan Sehunpun melemah, orgasme yang ingin dicapainya membuat Sehun meremas rambut Luhan kencang. Tak berapa lama, otot jr Sehun hingga akhirnya orgasme dicapai Sehun, semua cairan jr Sehun masuk kedalam tenggorokan Luhan tanpa sisa. 

Cahaya sunrise di ufuk timur memandikan mereka yg basah karena keringat dan cairan cinta mereka. 

"Aku selalu milikmu Sehun" ucap Luhan sembari mencium pipi Sehun.

Mereka merapihkan diri, lalu tersenyum. Mereka kembali pulang ke dorm dan merahasiakan sejarah ini ditaman tadi. 

-End of HunHan of History-