Senin, 02 September 2013

Unit Kesehatan Sekolah (Request)

-Peringatan! Cerita ini mengandung tema yaoi (gay)-dewasa eksplisit-
-Cerita ini merupakan permintaan @RK091 yang dikirimkan melalui pesan twitter-

-***-

Cast : Lay and Tao of EXO

-***-

Aku merebahkan tubuhku diatas tubuhnya, menumpukan daguku didadanya sembari memandanginya. Lay tersenyum menatapku.

"Apa yang kau inginkan?"

"Dirimu" ia terkekeh, akupun ikut terkekeh.

"Benarkah? Bagaimana jika ku beri ini?" Lay mengambil tanganku lalu mengecupnya, aku tersenyum.

"Kurang"

"Jika ini?" ia menarik tubuhku lalu mengecup keningku, aku kembali tersenyum. Ku pejamkan mata ketika ia mengecupku keningku lembut.

Saat ku buka mataku, ia menyunggingkan senyuman terindah diwajahnya.

"Cukup?" aku menahan tawaku, aku membenarkan posisiku lalu duduk diperutnya.

"Giliranku" ujarku, ku tarik tangannya agar ia terbangun.

Aku mengalungkan tanganku dilehernya, mendekatkan hidungku dengan hidungnya lalu kami tersenyum bersama.

Tangannya melingkar dipinggangku, memelukku erat sembari mengusap pinggangku perlahan.

"Aku menyayangimu" ucapku, lalu aku mencium bibirnya.

-***-

Ciumanku dibalasnya ganas, lidahnya bermain dan menyentuh langit-langit mulutku. Bibirku dihisapnya, digigitnya perlahan lalu kembali dihisapnya.

Kami mengerang pelan, dan sedikit mendesah.

Tangannya masuk kedalam celana seragamku, meremas kedua belah pantatku dan jarinya merangsang lubang anusku.

Aku melepaskan lingkaran tanganku dilehernya, lalu turun ke dadanya dan membuka kancing bajunya.

Jari-jariku bermain didadanya, memilin dan mencubit pelan kedua putingnya. Lay melepas ciuman, mendorong tubuhku dan menindihku lalu kembali menciumku.

Tangan kiri Lay meremas selangkanganku sedangkan tangan kanannya membuka kancing celananya sendiri.

Mataku terpejam, ku nikmati perlakuannya. Tanganku membuka satu-persatu kancing seragam ku dan kancing celanaku.

-***-

Lay menindihku dan menggesekan selangkangannya di selangkanganku, ia terus menciumiku dan ciumannya pindah ke leher lalu membuat tanda merah dileherku.

Aku terus mengerang dan mendesah, kini mulutnya bermain liar didadaku.

Air liurnya membasahi putingku, dan dihisapnya kuat hingga sekeliling puting dadaku memerah sedangkan tangannya merancap kemaluannya sendiri.

Puas mengerjai dadaku, ia bangkit lalu menyodorkan kemaluannya ke mulutku. Aku paham apa yang di inginkannya, ku buka mulutku dan segera ku kulum kemaluannya.

Kemaluanku ikut dikulumnya, kami saling mengulum kemaluan masing-masing.

-***-

"Kau siap?" ujar Lay setengah berbisik sembari menatap wajahku.

Setengah batang kemaluannya sudah menembus tubuhku, perutku terisi oleh kemaluannya yang membuatku semakin terangsang.

Aku menganggukan kepala, menyuruhnya untuk bermain dengan pelan. Lay mengangguk dan mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan tempo lambat.

Lay mengerang dan mendesah ketika kepala kemaluannya berhasil menyentuh titik rangsang dalam tubuhku, aku menahan suaraku.

Perih dan sedikit sakit, namun aku menikmatinya.

Lay menundukan tubuhnya, menyelipkan tangan dipunggungku lalu diangkatnya tubuhku. Lay menaik-turunkan tubuhku sembari menciumi bibirku.

Kami mengerang bersama, mendesah dan terus-menerus berganti posisi. Kami berdua bermandikan keringat, membuat gesekan di kemaluanku terasa licin diperut dan dadanya.

Nikmat, dan aku sangat terangsang.

Kini, Lay menindihku sembari menggigiti telingaku. Kurasakan kemaluannya mengembang dan berkedut dalam tubuhku, aku yakin ia akan sampai pada klimaks.

Tempo gerakan pinggulnya semakin cepat, mengguncangkan tubuhku. Aku juga merasa akan sampai klimaks.

Tanganku meremas kedua belah pantatnya, gerakan pinggulnya semakin cepat.

Gigitan ditelingaku semakin kencang, membuatku berteriak keras bersamaan dengan Lay yang mencapai klimaks.

-***-

"Maaf... Aku tak izin padamu" ucapnya pelan sembari memelukku erat.

"Tak apa" jawabku dengan senyuman.

"Kau sampai?" aku menggelengkan kepala.

Lay segera melepas pelukannya dan menundukan kepalanya, mulutnya langsung mengulum kemaluanku.

Aku menggeliatkan tubuhku, mulut Lay lihai mengerjai kemaluanku. Lubang kencingku dijilatinya dan dikiliknya dengan ujung lidah.

Aku mendesah, tangannya meremas buah pelirku terkadang jarinya menusuk-nusuk lubang anusku.

Kepalanya naik turun diselangkanganku, mulutnya mengulum tanpa henti hingga aku benar-benar sampai klimaks.

"Ah! Aku sampai!"

Lay menelan habis spermaku dan menyisakan sedikit dimulutnya. Ku cium bibirnya, dijilati olehku sperma yang tersisa dipipinya.

"Kita..." terdengar bel sekolah, tanda jam istirahat selesai.

"Harus masuk" lanjutku, Lay tertawa.

"Seharusnya, kita pergi kekantin sebelum masuk ke UKS" Lay terkekeh.

-end-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar