#FanFiction ini adalah permintaan kisah dari @Chanhsung
Cast : Chansung of 2PM And Kyungsoo of EXO.
-***-
Aku menikmati hembusan angin malam sembari tetap melangkah melewati kesenyapan malam, dan masih terdengar deruan mesin kendaraan bermotor yang berlalu-lalang dijalan.
Meski waktu sudah tengah malam, deruan mesin itu tetap meramaikan jalanan yang kini sedang kulalui.
Aku sengaja berbohong padanya dan kabur darinya, aku ingin menikmati duniaku sendiri ditengah semilir angin tanpa adanya dia disisiku.
Aku ingin bebas, aku tak ingin lagi dikekang.
"Dimana kau?" aku menghentikan langkahku dan menjawab panggilan darinya. Aku terdiam, tak menjawab pertanyaannya.
"Kau! Dimana! Jawab aku!" bentaknya, aku menghela nafasku.
"Sudahlah, jangan khawatirkan aku, aku pasti pulang" kuputuskan panggilannya lalu ku lepas baterai ponsel dan memasukannya ke dalam kantung sweater.
Ku edarkan pandanganku, berniat melanjutkan langkahku namun mataku terpaku pada bangunan tinggi dihadapanku.
Gedung apartemen yang rasanya pernah ku tempati bersama seseorang yang kusayang-meski entah siapa orang itu.
Mataku memanas, dadaku sesak. Aku merasa angin yang berhembus menembus kain sweater dan kaus hingga tulang rusukku.
Aku yakin, aku pernah bahagia di salah satu ruangan dalam apartemen itu.
Angin malam kembali berhembus, namun ku nikmati hembusan itu meski air mata dan isakan pelan terdengar dariku.
Malam dingin yang indah.
-***-
Aku menikmati pemandangan dari dalam bus yang kunaiki, sembari mengusap pelan keningku sendiri.
Masih terasa kecupan lembutnya dikeningku, dan aku tidak suka akan perlakuannya-yang kini duduk disampingku.
Sebelum aku menaiki bus bersamanya, aku diinterogasinya.
"Dari mana kau, semalam?"
"Mencari makan"
"Jangan pernah lakukan itu lagi!" ia membentakku, aku terdiam.
Aku memandanginya kesal, ia menghela nafasnya dan berjalan ke arahku.
"Dengar, aku tak pernah ingin melihatmu terluka, aku menyayangimu" ia berlutut di depanku, menggapai kedua tanganku lalu diciumnya.
"Aku ingin menjagamu, tanpa kau terluka" aku terdiam, aku tetap memandang wajahnya.
"Rapihkan dirimu, sebentar lagi kita berangkat, dan semoga kau betah disana" lanjutnya dengan nada yang sangat lembut, lalu ia berdiri dan mengecup keningku.
Sejujurnya, aku tidak suka. Jong In sudah kuanggap sebagai sahabat, hanya sahabat dan tidak lebih.
Perhatian dan seluruh yang Jong In berikan kuanggap sebagai perhatian seorang sahabat. Entah apa yang ada dipikirannya, dan aku bersumpah takkan pernah ada rasa lain untuknya.
Aku menutup hatiku, karena aku sudah membukakannya untuk satu orang. Satu orang yang ku yakin ia masih hidup dan menungguku untuk menemukan dia.
Namun, aku lupa semua tentang orang itu. Aku hanya ingat aroma tubuhnya, kasih sayang darinya dan masa-masa bahagia bersamanya.
"Hey, kau tak apa?" Jong In menggenggam tanganku yang satu lagi, lalu dikecupnya.
"Ya, aku tak apa"
"Kau sakit? Wajahmu pucat" aku memalingkan muka, menatap matanya.
"Apakah ekspresiku seperti orang sakit?" Jong In diam.
"Jangan berlebihan memperhatikanku, urus urusanmu sendiri dan bayangkan nanti aku tak akan merepotimu lagi"
-***-
"Kyungsoo-nie!" terdengar seseorang berteriak memanggil namaku saat aku melangkah keluar dari bus.
Aku membuka mataku, kulihat sahabat kecilku berlari membuka tangannya. Aku ikut berlari mendekatinya dan berpelukan.
"Baekhyun-ah! Aku merindukanmu!"
"Aku tidak" aku memukul pundaknya, lalu kami tertawa bersama.
"Kau bisa ada disini, kenapa?" tanyaku, kami berjalan berdampingan.
"Aku tak sabar melihatmu, jadi kuputuskan untuk menjemputmu"
"Kau mengetahui aku ingin pulang?" Baekhyun mengangguk.
"Dari siapa?"
"Kai" aku diam.
"Ah ya, mana Kai?" aku mengedarkan pandanganku lalu mencari kemana Jong In.
Aku lupa jika aku ditemani Jong In.
"Ah sudahlah, lebih baik kita menunggunya dirumah saja, cepatlah aku tak sabar mendengar ceritamu tentang kampus di Seoul" ujar Baekhyun.
-To Be Continue Soon-
Part 1 oke, kwon
BalasHapus-chanhsung-